#TrenSosial: Bayar kantong plastik, inilah lima reaksi orang Inggris

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Felicity Morse
- Peranan, Produser media sosial Newsbeat
Pembeli di supermarket Inggris dan toko besar lainnya mulai mengenakan biaya lima pence atau Rp 1.200 untuk setiap lembar kantong plastik.
Kantong plastik akan diberikan gratis hanya untuk obat dengan resep, bunga segar, kentang, makanan jadi, daging dan ikan mentah dalam peraturan yang mulai diterapkan Senin (05/10).
Peraturan ini menuai reaksi yang beragam di sosial media. Berikut lima reaksi terpopuler warga Inggris di media sosial.
Inggris bukan yang pertama
Sudah banyak negara di dunia yang menerapkan peraturan yang sama, termasuk di kawasan Inggris Raya lain, yakni Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
Di Wales, peraturan ini bahkan telah diterapkan sejak 2011. Disusul oleh Irlandia Utara pada 2013 dan Skotlandia pada 2014.
Sejak peraturan ini diterapkan, penggunaan kantong plastik turun hingga 71% di Wales dan 12,8% di Skotlandia dan Irlandia Utara.
Selain itu, negara-negara seperti Afrika Selatan, Rwanda, Kenya, China, Italia, dan Bangladesh juga menerapkan batas jumlah kantong pastik yang bisa digunakan warganya.

Sumber gambar, Twitter

Sumber gambar, Twitter
Konsumen Inggris keras kepala
Banyak yang menjadikan peraturan ini sebagai lelucon di sosial media. Sejumlah karyawan di supermarket Inggris berkomentar lewat Twitter tentang kekhawatiran mereka akan peraturan ini.
Mereka khawatir para pelanggan akan marah dan memprotes peraturan ini.

Sumber gambar, Twitter

Sumber gambar, Twitter

Sumber gambar, Twitter
Suka barang gratis
Warga Inggris terkenal suka akan barang-barang gratis. Beberapa dari mereka memprotes peraturan ini dan menyatakan akan melakukan protes.
Salah satu bentuk protes yang paling populer adalah berbelanja dalam jumlah banyak dan menolak untuk membayar kantong plastik.

Sumber gambar, Twitter
Pengguna media sosial lainnya menolak untuk menggunakan kantong plastik dengan logo supermarket. Mereka menolak mempromosikan supermarket tempat mereka berbelanja dan justru membayar untuk itu.
Banyak yang mendukung ide ini dan menyatakan akan menggunakan kantong plastik dengan terbalik agar logo supermarket tidak terlihat.
Ada 'harta tersembunyi'
Sejak peraturan ini dikeluarkan, warga Inggris menyadari mereka memiliki harta tersembunyi di rumah.
Harta ini berupa tumpukan kantong plastik di laci, lemari, dan bahkan dapur.

Banyak yang melihat peraturan kantong plastik ini sebagai kesempatan untuk menuai rejeki dari tumpukan kantong plastik yang tidak terpakai di rumah mereka.
Mereka bersemangat untuk menjual kantong plastik tersebut seharga 4 pence atau Rp800 di sekitar daerah pertokoan dan supermarket.

Sumber gambar, Twitter
Kantong plastik tidak lagi dipandang sama
Masyarakat mulai menyadari banyaknya kantong plastik bekas berbelanja.
Apakah mereka tetap harus membayar kantong plastik untuk layanan pesan antar? Jawabannya, Ya.
Muncul pertanyaan lain seperti kemana uang hasil pembayaran kantong plastik ini.
Dan akhirnya, Anda sampai pada kesimpulannya
Inilah foto seekor penyu.

Sumber gambar, Getty Images
Para pendukung peraturan ini menjelaskan bagaimana limbah kantong plastik telah menumpuk di berbagai wilayah Inggris dan mengganggu kelestarian lingkungan.
Pemerintah beranggapan peraturan ini dapat mengurangi konsumsi kantong plastik berlebihan dan mendorong warga menggunakan kantong atau tas belanja yang dapat digunakan berkali-kali.
Penyu ini yang akan merasakan dampak limbah plastik. Penyu laut sering menjadi korban karena keliru memakan kantong plastik yang dikira sebagai ubur-ubur.
Hal ini bisa berakibat fatal untuk binatang laut ini. Di Inggris, penyu laut dikenal banyak hidup di perairan Skotlandia.









