#TrenSosial: Bagaimana membuat kadar kafein kopi lebih rendah?

Sumber gambar, KLINIK KOPI

Pada hari kopi internasional, Kamis (01/10), BBC Indonesia mengadakan <link type="page"><caption> sesi tanya jawab melalui Facebook</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10156120551110434 " platform="highweb"/></link> bersama ahli kopi dari Yogyakarta, Firmansyah yang dikenal dengan nama Pepeng.

Apa bedanya kopi Aceh dan Toraja? Dan bagaimana membuat kadar kafein di kopi lebih rendah? Berikut Pepeng menjawab pertanyaan-pertanyaan para pecinta kopi di Indonesia:

Zacky Mujtaba: Penikmat kopi di Indonesia sudah terlalu banyak dicekoki oleh kopi instan. Bagaimana pendapat Anda?

Pepeng: Iya, ini juga pe-er buat kami, kami sebisa mungkin menyajikan kopi murni. Di tempat kami, tidak ada gula, tidak ada susu, hanya kopi. Kopi, kalau cara petik benar, pola roasting baik, akan manis lho....

Sumber gambar, Thinkstock

Dewa Wahyu Mahardika: Apa beda kopi robusta dan arabica?

Pepeng: Halo mas Denni, makasih udah bertanya ya, bagi kami, tingkat keasaman kopi bukan terletak pada daerah kopi itu ditanam. Asam dan tidak asam itu tergantung pola roasting (cara sangrai kopi). Kopi toraja bisa dibikin pahit sekali bisa, dibikin asam sekali juga bisa, tergantung pola roasting.

Andi Zidan: Kalau belum coba Kopi Khow Bagansiapiapi, Riau Indonesia, belum lengkap rasanya sebagai penikmat kopi!

Pepeng: Kopi Khow? Wah, menarik sekali. Kami belum pernah coba. Budaya ngopi Riau memang menarik, biasanya teradopsi dari budaya Melayu, ngopi dengan campuran susu. Kopi biasanya Robusta, dengan tingkat sangrai yang gelap. Kapan-kapan akan kami coba.

Sumber gambar, KLINIK KOPI

Shah Fitry: Gua suka banget sama semua jenis kopi, dari yang murah sampai yang mahal sudah coba, semuanya buat gua enak, cuma ingin tanya saja kopi apa yang jenis dan merek apa yang kadar kafeinnya rendah?

Pepeng: Kadar kafein rendah bukan dari sebuah merek, tapi dari pola sangrai (roasting) dan juga pola brewing. Pertemuan kopi dengan air semakin lama, biasanya kafeinnya lebih banyak, misalnya kopi tubruk. Lebih rendah kafein misal kopi espresso.

Dani Zarnika: Saya dari Bandung, penggemar kopi tubruk dan tidak merokok. Mohon saran untuk hasil optimal penyajian kopi tubruk giling halus. Mulai penyiapan air panas (berapa suhu yang baik) penyiapan kopi bubuk dan sebagainya. Apakah ada perbedaan penyeduhan antara arabika, robusta atau campur keduanya?

Pepeng: Semakin giling halus, baiknya suhu rendah saja, sebab kalau giling halus kena suhu panas, kopi akan gosong. Kalau suka kopi yang enggak pahit, coba dengan giling kasar (ukuran garam dapur), lalu timpal suhu 80-83 celcius. Arabica lebih kompleks, coba dengan manual brew saja. Misalnya Aeropress atau V60, giling dengan hand grinder, usahakan kopi kalau bisa jangan beli yang udah bubuk, tapi masih berupa biji kopi.

Sumber gambar, KLINIK KOPI

Leon Lynz Gw: Bagaimana caranya agar saya bisa lepas dari ketergantungan kopi? Kalau tidak minum, suka pusing sampai muntah asam.

Pepeng: Halo Leon, coba beli kopi masih dalam kondisi biji kopi. Kalau beli biji kopi yang tidak terlalu gelap dan digiling sendiri saya yakin tidak ada masalah dengan asam lambung.

Alo Louis: Pak Pepeng gimana dengan kopi Flores? (Kopi Bajawa atau Kopi Manggarai) sudah pernah coba ya? Setahu saya sudah jadi komoditas ekspor, bagaimana menurut Anda?

Pepeng: Kami beli dari Desa Baiwai Bajawa dan juga Desa Wawoawe Ngada Bajawa. Iya, kopi Bajawa sudah sampai San Fransisco lho, banyak kok.

Sumber gambar, Getty

Alfian Maulana Latief: Indonesia mempunyai macam-macam kopi, seperti sumatra mandailing, aceh gayo, amungme kopi, dll. Apa perbedaan dari rasa2 kopi yg saya sebutkan tadi? Bisakah dijelaskan dari aromanya?

Pepeng: Perbedaan rasa itu bisa tergantung pola panen (pascapanen) dan pola roasting. Jadi, bisa bermacam-macam, kopi Aceh bisa dibuat pahit atau bisa dibuat asam. Tergantung pola panen dan pola roasting.

Wah Yu Long: Bagaimana cara mengolah kopi yang benar, dari biji hingga menjadi serbuk kopi?

Pepeng: Petik kopi harus merah, pasca panen (bisa honey process, semi washed, full washed) lalu dikeringkan, kupas, keringkan lagi baru di-roasting.