#TrenSosial : Tuntutan pembebasan Adlun, penggungah video praktek suap polisi

adlun fiqri

Sumber gambar, Dhandy Laksono

Keterangan gambar, Adlun Fiqri, mahasiswa Universitas Ternate

Penangkapan seorang mahasiswa di Ternate, Adlun Fiqri, yang mengunggah video praktik suap terhadap polisi, menuai dukungan berbagai kalangan masyarakat di media sosial.

Peristiwa ini dimulai ketika mahasiswa Universitas Ternate ini mengunggah video polisi lalu lintas yang sedang menilang pengendara bermotor Sabtu (26/09) lalu.

Adlun merekam pelaksanaan tilang dengan telepon selulernya dan kemudian mengunggah di YouTube.

Dalam video yang diberi judul "Kelakuan polisi minta suap di Ternate," seorang oknum polisi terekam meminta sejumlah uang kepada pengendara motor yang ditilang.

Namun Adlun kemudian ditangkap dengan dakwaan pasal Undang-Undang Informasi dan Dakwaan Elektronik (UU ITE).

adlun

Sumber gambar, Change.org

Keterangan gambar, Adlun ditangkap setelah mengunggah video praktik suap.

Dukungan untuk mahasiswa ini meningkat dengan tagar #SaveAdlun membanjir di media sosial.

Faris Bobero, koordinator gerakan #SaveAdlun mengatakan upaya ini adalah gerakan moral mengecam tindakan anggota kepolisian Ternate yang disebutkan semena-semena dalam menangani kasus Adlun.

Sejumlah dukungan dari ratusan pengguna di media sosial, termasuk akun @DamarJuniarto mengajak pengguna twitter untuk menunjukkan kepedualiannya dengan menulis "Mohon bantu kirim SMS ke Kapolres Ternate...agar segera bebaskan Iky (panggilan Adlun) yang dijerat polisi."

twitter adlun
Keterangan gambar, Dukungan untuk Adlun di Twitter

Pengguna lain atas nama @AkademiUKM, Zul Rifan Noor menulis, "Polisi dan yang nyogok dipenjara juga dong."

Petisi yang berisi tuntutan pembebasan juga dilakukan Munadi Kilkoda melalui organisasi Change.org, "Mendesak Kapolri RI untuk memerintahkan kepada Kapolda Malut dan Kapolres Ternate agar segera membebaskan Saudara Adlun Fiqri Rahmadhani" dan "mengusut praktek suap Polantas Ternate."

Pendukung Adlun mengungkapkan kekecewaan lewat Twitter
Keterangan gambar, Pendukung Adlun mengungkapkan kekecewaan lewat Twitter

Dandhy Dwi Laksono dari Ekspedisi Indonesia Biru yang sempat bertemu dengan Adlun, sebagai relawan Literasi Jalanan Ternate, menulis dalam akun Facebooknya, "Awal pekan lalu, pemuda ini ditangkap dengan sewenang-wenang oleh polisi Ternate karena mengunggah rekaman video dugaan praktik pungli oleh polantas setempat."

adlun facebook

Sumber gambar, Facebook

Keterangan gambar, Dukungan untuk Adlun di Facebook