Mengintip gurun terpanas di dunia

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Suhunya 43' celcius di tempat yang teduh, namun Dawit -pemuda Ethiopia yang jadi pemandu- mengatakan saya termasuk beruntung, karena biasanya suhu di Danakil bisa mencapai 50' celcius.
Salah satu dari sejumlah daerah yang paling terpelosok, Gurun Danakil di Ethiopia bagian timur laut disebut sebagai hunian terpanas di Bumi. Suhu rata-ratanya dalam setahun adalah 34' celcius dan seperti kata Dawit, gurun ini lebih dikenal dengan sebutan 'Pintu Masuk ke Neraka'.

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Mungkin Anda berpikir lanskapnya yang keras membuat tidak ada orang yang berkunjung apalagi dihuni oleh manusia. Tapi gurun ini adalah rumah dari tradisi budaya yang hampir punah, yaitu kafilah unta yang mengangkut garam melalui padang pasir, dipimpin oleh suku Afar yang hidup berpindah-pindah.
- <link type="page"><caption> Apakah pejalan kaki lebih cerdas dari orang yang memilih naik kendaraan?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_aut/2016/09/160829_vert_aut_pejalan_pintar" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perjalanan kereta api terpanjang di India</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_tra/2016/08/160824_vert_tra_kereta_api_india" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bagaimana dunia terlihat melalui tetes-tetes air?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160814_vert_tra_tetes_air" platform="highweb"/></link>
Gurun Danakil terbentuk dari benturan beberapa lempeng tektonik di Ethiopia, Eritrea, dan perbatasan Djibouti. Gurun ini bukan cuma kawah yang panas tapi juga tempat yang menakjubkan bagi para pengagum geologi.

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Mayoritas pengunjung ke sini juga mendatangi Erta Ale -gunung berapi yang sangat aktif dengan ketinggian 600 meter dan danau lahar panas terbesar di dunia. Lanskap vulkanik ini bagaikan sebuah lukisan surealis, dengan mata air belerang, dataran lahar, kolam air panas, dan campuran sulfur, besi oksida, serta garam yang bersatu menciptakan halusinasi susunan dunia lain dan beragam warna.
Orang-orang suku Afar telah menghuni dataran kering ini selama berabad-abad, bertahan hidup dengan menyuling garam dari danau Danakil yang sarat mineral dan mengangkutnya dengan melintasi menggunakan kafilah unta. Seperti suku Kurdi, mereka menempati daerah yang membentang luas sampai ke beberapa negara tapi tidak memiliki hak politik atau perbatasan yang bisa mereka sebut sebagai miliknya.

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Walau suku tradisional nomad adalah penggembala, mereka terkenal dengan perangai yang garang, angkuh, mandiri, dan tidak terlalu ramah, ini mungkin karena pengaruh lingkungan mereka yang keras. Sampai pendudukan Italia sewaktu Perang Dunia II, orang-orang Afar dikenal dengan praktik memotong testikal para penyusup asing sebagai bentuk penyambutan.
Meski tidak dilakukan lagi, satu kelompok pemberontak kemerdekaan menculik sekelompok pendatang beberapa tahun lalu, hingga prajurit Ethiopia datang untuk mengamankan kawasan tersebut.

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Dawit mengantar kami dengan mobil jeep empat gardan ke Danau Assal di sebelah timur Gurun Danakil, tempat sekelompok orang Afar sedang memuat barang-barang ke atas punggung unta. Perdagangan garam di sini sangatlah berat, para pekerja hanya menggunakan alat pencungkil dan kapak sederhana untuk memotong bongkahan garam di cuaca yang sangat panas hanya untuk 150 birr Ethiopia (sekitar Rp88.000) per hari.
- <link type="page"><caption> Gletser es nan ajaib di gurun pasir Iran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_tra/2016/09/160913_vert_tra_iran_gurun_pasir" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Menelusuri dunia Peru yang hilang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_tra/2016/09/160905_vert_tra_peru" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perjalanan kembali ke Dubai lama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_tra/2016/09/160904_vert_tra_dubai_kuno" platform="highweb"/></link>
Seorang penggembala muda bernama Mohammed, yang dikenal Dawit dari perjalanan sebelumnya, mendekati kami untuk meminta rokok. Sambil menghembuskan asap rokok, dia bercerita ayahnya mampu memotong 150 bongkahan garam per hari, yang layak mendapat bonus karena kebanyakan pekerja rata-rata hanya mampu memotong sekitar 120 bongkahan.

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Meski begitu, Mohammed memilih pekerjaan yang lebih mudah dengan upah lebih sedikit, yaitu bekerja memuat bongkahan-bongkahan garam ke punggung unta dan menggiring mereka. Dia menggiring sekitar 15 sampai 20 ekor unta berpunuk satu, setiap ekor dengan muatan 30 bongkahan garam yang masing-masing beratnya 4 kg, melintasi gurun pasir menuju dusun kecil bernama Berahile, dengan jarak tempuh 80 km yang membutuhkan dua hingga tiga hari sekali jalan.
Satu tim menerima upah sekitar 3.320 Birr Ethiopia (sekitar Rp1,9 juta), tapi sebagian besar hasil tersebut diserahkan kepada pemilik unta dan untuk makanan unta, sedangkan Mohammed dan seorang asisten lainnya memperoleh sisanya yang sedikit.

Sumber gambar, Dave Stamboulis

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Namun Mohammed mempunyai pandangan bisnis. Dia mengatakan terkadang di sela-sela pekerjaannya sebagai penggiring unta di Erta Ale, dia juga mengantar banyak wisatawan yang ingin menginap di puncak gunung. Dengan mata berbinar-binar, dia mengatakan menaruh hati pada seorang gadis di Berahile, jadi selalu menantikan perjalanan melintasi gurun pasir yang berikutnya.
Kafilah unta dulunya digunakan untuk mengangkut garam sampai ke Mekele, ibu kota provinsi bagian barat Ethiopia, tempat garam didistribusikan ke wilayah-wilayah lain di Ethiopia dan di Tanduk Afrika (semenanjung di Afrika Timur yang meliputi negara Somalia, Djibouti, Ethiopia, dan Eritrea). Namun, jalanan aspal yang dibangun 10 tahun lalu mengubahnya, sekarang truk-truk bisa mengambil bongkahan-bongkahan garam dari Berahile.

Sumber gambar, Dave Stamboulis
Perubahan yang lebih besar juga menanti. Tim konstruksi saat ini sedang membangun jalan dari Berahile ke Hamid Ela, pos peradaban terjauh di Danakil, hanya sekitar 50 km dan satu hari berjalan kaki dari tambang garam.
Entah berapa lama lagi barisan unta dan para penggembala Afar akan meneruskan tradisi kuno mereka masih harus ditunggu.
<italic>Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di <link type="page"><caption> Inside Ethiopia's sizzling cauldron</caption><url href="http://www.bbc.com/travel/story/20160913-inside-ethiopias-sizzling-cauldron" platform="highweb"/></link> di <link type="page"><caption> BBC Travel</caption><url href="" platform="highweb"/></link></italic>.









