Bagaimana dunia terlihat melalui tetes-tetes air?

Sumber gambar, Dusan
Fotografer asal Serbia, Dusan Stojancevic, menghabiskan 15 tahun bereksperimen dengan proses artistik baru untuk memproduksi foto yang memukau.
Anda tentu mendengar perumpamaan 'dunia di ambang pintu Anda', tetapi bagaimana dengan melihat dunia dalam tetes air? Fotografer Serbia, Dusan Stojancevic berhasil melakukannya - dan tidak menggunakan Photoshop.
Lima belas tahun lalu, traveler yang sudah lama berpergian ini memutuskan untuk menangkap foto situs-situs wisata dengan cara yang tak terduga.
"Saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda," katanya. "Saya mencoba untuk berpikir bagaimana melakukan sesuatu yang inventif."
Untuk melakukan ini, Stojancevic bereksperimen dengan fotografi mikro, menggunakan lensanya untuk menangkap tetes-tetes air di depan bangunan khas sebuah kota. Hasilnya adalah gambar-gambar gedung ikonik yang familiar, tetapi seakan terperangkap dalam dinding-dinding balon.

Sumber gambar, Dusan

Sumber gambar, Dusan

Sumber gambar, Dusan
Proyek yang imajinatif ini dimulai ketika dia memfokuskan kameranya di kota kelahirannya di Belgrade, di mana dia dengan cepat menyadari bahwa dia telah menemukan cara pandang yang tidak dipikirkan oleh orang lain sebelumnya.
Hasil foto selanjutnya sama memukau: La Sagrada Familia di Barcelona yang tampak memudar menjadi kabut, berkilau dengan lembut, berkilauan; Masjid Kubah Biru di Instanbul yang megah tercermin dalam sepuluh tetesan air.
Dan akhirnya, dalam proyek besarnya, Stojancevic menangkap jiwa New York City melalui arsitekturnya yang menjulang, dengan foto Empire State Building, Gedung Flatiron dan Jembatan Brooklyn yang menyusut menjadi tetesan kecil.
"Saya tahu saya bisa melakukan hal yang berbeda dengan itu," katanya. "Ini adalah kota paling besar di dunia."

Sumber gambar, Dusan

Sumber gambar, Dusan

Sumber gambar, Dusan
Proyek yang diberinama Microcosmos bertujuan untuk menginspirasi dan mengingatkan orang betapa indahnya dunia kita.
"Saya ingin orang berpikir tentang betapa kecil kita ini," jelasnya. "Anda melihat sesuatu yang sangat kecil dan itu terlihat seperti bulan, sebuah bola. Ketika saya memotret, saya ingin orang berpikir tentang hal-hal lain di luar sana yang lebih besar dari kita."
Tetapi butuh bertahun-tahun untuk merilis foto Stojancevic ke dunia. Dia menunggu waktu yang tepat untuk berbagi, dia memilih untuk menyimpan sebagian besar serhinga tersembunyi hingga sekarang.

Sumber gambar, Dusan

Sumber gambar, Dusan

Sumber gambar, Dusan
"Lima belas tahun yang lalu, mungkin hanya orang Serbia akan melihatnya," kata Stojancevic. "Tapi sekarang, internet memungkinkan Anda pergi di seluruh dunia hanya dalam beberapa detik."
Sampai saat ini, Stojancevic telah memotret di empat kota. Tapi dia tidak punya rencana untuk berhenti dalam waktu dekat.
"Pekerjaan saya adalah pekerjaan terbaik," katanya. "Untuk berjalan-jalan, untuk melihat budaya lain - bagi saya, itu adalah agenda seumur hidup, untuk menunjukkan banyak hal yang indah di dunia kepada orang sebanyak-banyaknya yang saya bisa."
Anda bisa juga membaca artikel ini dalam bahasa Inggris berjudul <bold><link type="page"><caption> The world in a drop of water</caption><url href="http://www.bbc.com/travel/story/20160810-the-world-in-a-drop-of-water" platform="highweb"/></link></bold>atau artikel lain dalam <bold><link type="page"><caption> BBC Travel.</caption><url href="http://www.bbc.com/travel" platform="highweb"/></link></bold>









