Barat pertimbangkan sanksi baru terkait konflik Suriah

Sumber gambar, Reuters
Amerika Serikat dan Inggris memperingatkan pemerintah Suriah serta Rusia bahwa sanksi ekonomi baru mungkin diberlakukan jika pengeboman atas Aleppo terus berlanjut.
Hal tersebut disampaikan Menlu AS, John Kerry, yang sedang berada di London dalam pertemuan yang ditujukan untuk mencari jalan keluar yang damai atas konflik di Suriah.
Kerry menyebut situasi di negara itu sebagai 'bencana kemanusiaan terbesar' dan mengatakan Rusia perlu memahami bahwa 'perang tidak bisa akan berakhir tanpa solusi politik'.
- <link type="page"><caption> Kerry mengatakan aksi Rusia di Suriah 'kejahatan perang'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161004_dunia_rusia_suriah_as" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Rusia 'peringatkan' AS dengan kerahkan sistem rudal di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161004_dunia_rusia_suriah_as" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, Reuters
Sementara Menlu Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa 'kejahatan atas kemanusiaan' berlangsung setiap hari di Aleppo serta mendesak Rusia agar melakukan 'hal yang tepat berdasarkan kemanusiaan dan rakyat Suria' dengan berkomitmen pada gencantan senjata.
"Dibutuhkan gencatan senjata dan itu berarti kembali ke meja perundingan di Jenewa," tegasnya.
Gencatan senjata Suriah yang ditengahi Amerika Serikat dan Rusia bulan lalu hanya bertahan selama beberapa hari saja.
- <link type="page"><caption> Perang di Suriah: AS hentikan perundingan dengan Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161004_dunia_suriah_as_bekukan_pembicaraan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Menlu Rusia Sergei Lavrov: AS 'lindungi' pejihad Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160930_dunia_as_lindungi_jihadis" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, Reuters
Sejak ambruknya gencatan senjata bulan lalu, pasukan pemerintah Suriah -yang mendapat dukungan Rusia- melakukan pengeboman atas Aleppo, yang merupakan medan perang penting dalam konflik Suriah.
Pemerintah Washington -yang mendukung beberapa kelompok pemberontak di Suriah dan menguasai sebagian wilayah Aleppo- menuduh pengeboman tersebut sebagai 'kejahatan perang'.
Badan-badan bantuan kemanusiaan mengatakan diperlukan gencatan senjata mendesak selama 72 jam untuk memungkinkan penyaluran bantuan kepada para warga sipil yang terperangkap perang di kota berpenduduk 275.000 itu.
Pertemuan di London juga membahas tentang konflik di Yaman dengan menyerukan gencatan senjata.









