Menlu Rusia Sergei Lavrov: AS 'lindungi' pejihad Suriah

Sergey Lavrov

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sergey Lavrov menuduh Amerika Serikat melindungi kelompok jihadis di Suriah.

Amerika Serikat memelihara kelompok pejihad di Suriah dalam upaya mereka mengudeta Presiden Suriah Bashar al-Assad, menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Lavrov menyatakan AS telah melanggar janji mereka untuk membedakan kelompok Jabhat Fateh al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra) dengan kelompok ekstrem lain yang lebih moderat.

  • <link type="page"><caption> Serangan udara meninggalkan kota Aleppo 'tanpa air'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160924_dunia_air_aleppo_suriah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Konflik Suriah: Militer lakukan serangan baru di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160923_dunia_militer_suriah" platform="highweb"/></link>

Kelompok Jabhat Fateh al-Sham terkait dengan al-Qaida.

Kesepakatan AS dan Rusia baru-baru ini dimaksudkan untuk menggabungkan serangan keduanya terhadap kelompok yang menamakan dirinya negara Islam atau ISIS dan Jabhat Fateh al-Sham.

Namun banyak kelompok pemberontak yang lebih moderat yang didukung AS telah membentuk aliansi strategis dengan Jabhat Fateh al-Sham dan bertempur bersama mereka.

Pengeboman

Lavrov mengatakan, "Kami percaya bahwa kesepakatan Rusia dan Amerika harus dijalankan. Untuk itu, satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memisahkan pihak oposisi dengan al-Nusra."

Lavrov juga membela pengeboman kota Aleppo oleh pasukan Rusia dan Suriah.

  • <link type="page"><caption> AS tuduh Rusia dengan barbarisme di Aleppo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160925_dunia_aleppo_as_rusia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Anak Amerika tawarkan rumahnya untuk anak pengungsi Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160922_majalah_suriah_anak" platform="highweb"/></link>

PBB mengatakan sebanyak 400 warga sipil termasuk anak-anak telah tewas di Aleppo sepanjang pekan lalu sebagai hasil pengeboman oleh pasukan Rusia dan Suriah.

Aleppo

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Banyak warga sipil tewas di Aleppo sepanjang pekan lalu.

Lavrov berkeras Rusia sedang membantu pasukan presiden Assad dalam "melawan teroris".

Ia juga menuduh Barat berpangku tangan terkait penderitaan penduduk sipil di Aleppo ketika milisi al-Nusra memotong jalur pasokan menjelang kejatuhan kota tersebut.