Pemilu Hong Kong: Aktivis muda anti Cina raih kursi di parlemen

Sumber gambar, Reuters
Generasi baru aktivis anti Cina mampu menyabet kursi di dewan legislatif Hong Kong, demikian hasil penghitungan awal.
Di antara mereka adalah Nathan Law, salah-seorang pemimpin muda yang terlibat unjuk rasa massal pro demokrasi pada 2014.
Nathan Law berhasil memenangkan satu kursi mewakili konstituen pemilihnya.
Ini adalah pertama kalinya kekuasaan politik Hong Kong memberikan tempat kepada aktivis muda prodemokrasi.
- <link type="page"><caption> Larangan enam caleg Hong Kong memicu protes</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160821_dunia_hongkong_protes" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Unjuk rasa memprotes pemecatan redaktur di Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160502_dunia_hong_kong_media" platform="highweb"/></link>
Tetapi para politikus pro-Beijing diyakini akan tetap menguasai mayoritas kursi di dewan legislatif Hong Kong akibat sistem pemilu yang berlaku. Hasil lengkap baru akan diketahui Senin depan.
Pemilihan anggota legilatif Hong Kong digelar sejak 2014 menyusul demontrasi bertajuk "Umbrella Protests". Ketika itu, unjuk rasa yang digelar oleh anak-anak muda sempat melumpuhkan pusat bisnis Hong Kong.

Sumber gambar, AFP
Mereka menuntut demokrasi yang lebih besar untuk wilayah Hong Kong menyusul kekhawatiran bahwa Beijing akan semakin mencampuri urusan politik Hong Kong. Anak-anak muda itu khawatir Beijing melanggar perjanjian "satu negara dua sistem".
Beijing sangkal tuduhan
Beijing berulangkali menyangkal tuduhan seperti itu. Mereka kemudian tidak memberikan konsesi apapun kepada para pengunjuk rasa.
"Saya pikir warga Hong Kong benar-benar menginginkan perubahan," kata Nathan Law, yang berusia 23 tahun, kepada Kantor berita AFP. "Anak-anak muda merasa terpanggil ketika mereka melihta masa depannya."

Sumber gambar, EPA
Law adalah anggota dari partai Demosisto, yang didirikan oleh pemimpin mahasiswa dan orang-orang yang terus berkampanye agar Hong Kong diberi hak untuk menentukan nasibnya sendiri.
Dengan penghitungan suara yang telah mencapai 90%, Law meraup suara tertinggi kedua berdasarkan aturan yang ada dan diyakini mampu meraih satu kursi di dewan legislatif.
Dua kandidat lannya berasal dari Partai Youngspiration, yang lantang mendukung gerakan pro independen dan terlibat sejak awal dalam unjuk rasa Umbrella Protests. Mereka diyakini mendapatkan dua kursi.









