Unjuk rasa memprotes pemecatan redaktur di Hong Kong

Sumber gambar, AFP
Ratusan pengunjuk rasa menggelar aksi di kantor koran untuk menentang pemecatan seorang redakturnya.
Keung Kwok-yuen dipecat dari Ming Pao pada malam harinya setelah koran itu menerbitkan berita tentang para pengusaha dan politisi Hong Kong yang terkait dengan Dokumen Panama sebagai berita utama.
Wartawan, pegiat, dan politisi bergabung dalam unjuk rasa, Senin 2 Mei, dengan aksi duduk sambil membawa poster yang mengungkapkan kekhawatiran mereka atas kebebasan pers di Hong Kong.
- <link type="page"><caption> Hong Kong 'mustahil' jadi negara merdeka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160317_dunia_hongkong_mustahil_merdeka" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dua penjual buku Hong Kong 'kembali ke Cina'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160311_dunia_hongkong_penjual_buku" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Protes warga Hong Kong atas 'huruf Cina daratan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160224_majalah_cina_hong_kong" platform="highweb"/></link>
Sebagian pengunjuk rasa membawa jahe sebagai rujukan kepada Keung Kwok-yuen, yang berarti 'jahe' dalam Bahasa Kanton.

Sumber gambar, AFP
Ming Pao sebelumnya menyatakan Keung diberhentikan sebagai upaya untuk mengurangi biaya operasi.
Dalam beberapa tahun belakangan, muncul kekhwatiran di kalangan sejumlah wartawan dan politisi atas pengaruh Beijing yang semakin besar di Hong Kong, yang tetap mempertahankan kebebasan sipil sejak dikembalikan oleh Inggris tahun 1997 lalu.
Kelompok-kelompok media yang dekat dengan pengusaha dan politisi di Beijing dituduh 'melunakkan' peliputan atas isu-isu yang dianggap bisa mempermalukan pemerintah Cina dan sekutunya di Hong Kong.





