Dua penjual buku Hong Kong 'kembali ke Cina'

Hong KOng

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Cheung dan Lui adalah dua dari lima pria yang terkait penerbitan di Hong Kong dan sempat hilang tahun lalu.

Dua penjual buku Hong Kong yang terlibat dalam penyelidikan kriminal di Cina sudah kembali ke sana setelah sempat tinggal sebentar di Hong Kong, kata seorang teman.

Cheung Jiping dan Lui Bo dilepas dari tahanan polisi di Cina selatan minggu lalu.

Namun kepada BBC, seorang teman dekat mengatakan bahwa mereka berada di Hong Kong hanya beberapa jam sebelum kembali ke Cina sebagai syarat jaminan tahanan.

Kedua pria tersebut mengakui telah memperdagangkan buku ilegal di Cina.

  • <link type="page"><caption> Penjual buku anti-Cina yang hilang muncul di televisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160301_dunia_penjual_buku_hongkong" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penculikan penjual buku dikhawatirkan pimpinan Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160104_dunia_hongkong_cina" platform="highweb"/></link>

Pendukung mereka percaya bahwa pengakuan tersebut, yang dilakukan di televisi pemerintah, dilakukan atas dasar paksaan.

Cheung dan Lui kembali ke Hong Kong secara terpisah pekan lalu. Menurut media setempat, mereka meminta polisi Hong Kong untuk menutup kasus orang hilang terhadap mereka.

Hong Kong
Keterangan gambar, Keberadaan tiga dari lima penjual buku lainnya tidak diketahui.

Baik polisi Hong Kong maupun polisi Cina membenarkan kepulangan keduanya.

Masih mungkin disidang

Namun Bei Ling -presiden kelompok aktivis Independent Chinese PEN Center dan teman dekat dari penerbit buku yang ditahan, Gui Minhai- mengatakan pada Juliana Liu dari BBC bahwa mereka sudah kembali lagi ke Cina setelah beberapa jam di Hong Kong.

Menurutnya, Cheung kembali ke keluarga istrinya di Dongguan dan Lui ke keluarganya di Shenzhen, sesuai syarat penahanan mereka, yang masih mungkin akan disidang.

Cheung dan Lui adalah dua dari lima pria yang terkait penerbitan di Hong Kong dan toko buku yang hilang tahun lalu dan muncul lagi sebagai tahanan polisi di Cina.

Mereka semua berkaitan dengan buku-buku yang kritis terhadap pemimpin Cina.

Kasus tersebut menarik perhatian internasional karena Cina dilihat tengah berusaha membatasi kebebasan berekspresi di Hong Kong, meski Cina mengatakan bahwa pejabatnya tak akan bertindak ilegal.

Nasib dan keberadaan tiga penjual buku lainnya tidak diketahui.