Penjual buku Hong Kong 'dipaksa mengaku' oleh Cina

Sumber gambar, EPA
Salah seorang dari lima penjual buku di Hong Kong yang sempat hilang tahun lalu mengatakan dipaksa membuat pengakuan di TV Cina.
Lam Wing Kee ditangkap di Shenzen, Cina, Oktober tahun lalu dan kemudian tampil di TV Cina pada bulan Februari 2016 dengan pengakuan telah menyelundupkan buku.
Dia dan empat pria lainnya bekerja di sebuah toko yang menjual buku-buku yang kritis terhadap para pemimpin Cina.
- <link type="page"><caption> Dua penjual buku Hong Kong 'kembali ke Cina'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160311_dunia_hongkong_penjual_buku" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penjual buku anti-Cina yang hilang muncul di televisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160301_dunia_penjual_buku_hongkong" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Penculikan penjual buku dikhawatirkan pimpinan Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160104_dunia_hongkong_cina" platform="highweb"/></link>
Menurutnya pengakuan mereka berempat diatur dengan naskah tertulis. Satu orang lagi, Gui Minhai, yang memiliki paspor Swedia masih ditahan di Cina daratan.

Sumber gambar, EPA
"Itu sebuah pertunjukan dan saya menerimanya," jelas Lam dalam konferensi pers, Kamis 16 Juni, seperti dilaporkan harian South China Morning Post.
"Mereka memberi saya naskah. Saya harus mengikutinya. Jika saya tidak mengikuti dengan benar, mereka meminta saya untuk mengulangnya."
Lam -yang dibebaskan dari tahanan awal pekan ini- menambahkan bahwa perlakuan terhadapnya dan empat rekannya adalah pelanggaran mencolok atas kebijakan Satu Negara Dua Sistem, yang merujuk kehidupan politik di Hong Kong yang berbeda dari Cina daratan.





