Keamanan Hong Kong diperketat menyambut pejabat Cina

Hong Kong

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Seorang pegiat politik diamankan karena memasuki kawasan yang diamankan untuk kunjungan Zhan Dejiang.

Keamanan diperketat di Hong Kong karena kunjungan pejabat tertinggi Cina ke wilayah itu sejak unjuk rasa besar prodemokrasi tahun 2014 lalu.

Zhan Dejiang -pejabat Cina yang bertanggung jawab untuk urusan Hong Kong- tiba di tengah-tengah kekhawatiran warga Hong Kong atas campur tangan pemerintah Beijing.

Dia mengatakan datang untuk 'mendengar dari semua lapisan masyarakat'.

  • <link type="page"><caption> Unjuk rasa memprotes pemecatan redaktur di Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160502_dunia_hong_kong_media" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Hong Kong 'mustahil' jadi negara merdeka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160317_dunia_hongkong_mustahil_merdeka" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dua penjual buku Hong Kong 'kembali ke Cina'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160311_dunia_hongkong_penjual_buku" platform="highweb"/></link>

Lebih dari 6.000 polisi dikerahkan di tengah-tengah kabar rencana unjuk rasa yang akan digelar kelompok prodemokrasi.

Zhang Dejiang

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Zhang Dejiang merupakan pejabat tertinggi ketiga Cina, setelah presiden dan perdana menteri.

Dalam pidato saat kedatangannya, Chang menyampaikan salam hangat dari Presiden Xi Jinping dan mengatakan dia datang dengan perhatian pemerintah pusat serta semua rakyat Cina.

"Saya akan mendengar kepala eksekutif dan pemerintah (kawasan khusus) menyangkut kerja mereka dan semua lapisan masyarakat tentang rekomendasi dan persyaratan yang mereka miliki tentang penerapan prinsip-prinsip 'satu negara, dua sistem."

Hong Kong

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Lebih dari 6.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan kunjungan Zhan Dejiang.

Zhang merupakan pejabat yang bertanggung jawab atas Hong Kong dan Makau namun juga merupakan Ketua Komite Kongres Rakyat Nasional, yang membuat dia sebagai pejabat tertinggi ketiga di Cina, setelah Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang.

Akhir 2014 lalu, warga Hong Kong menggelar aksi unjuk rasa untuk menentang yang mereka sebut sebagai campur tangan pemerintah Beijing dalam pemilihan kepala eksekutif Hong Kong.