G20 'memastikan' pemerataan keuntungan globalisasi

Sumber gambar, Getty
Presiden Cina, Xi Jinping, mengatakan tercatat kemajuan bagi tercapainya pernyataaan akhir KTT G20 terkait usaha mengatasi penurunan pertumbuhan ekonomi dan perlunya pemerataan keuntungan globalisasi.
Presiden negara tuan rumah tersebut mengatakan berbagai hal itu pada hari kedua KTT G20 (05/09) yang diadakan di kota Hangzhou.<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160904_dunia_g20_hangzhou" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Presiden Xi ingatkan 'titik krisis' perekonomian global</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160904_dunia_g20_hangzhou" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Forum G-20, peluang Indonesia mencari mitra</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/11/141114_g20_jokowi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Krisis di negara-negara pengguna euro dominasi G20</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/11/111103_g20criris" platform="highweb"/></link>
Para pemimpin dunia juga mengadakan serangkaian pertemuan bilateral di sela-sela KTT.
Pajak transparan
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia mendukung pembentukan sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan.
"Mengingat perlambatan ekonomi global, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan pajak kita dalam menjaga iklim bisnis dan investasi. Hal ini membutuhkan sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan," kata Presiden Jokowi saat menjadi pembicara utama sesi kedua KTT pada Senin.
Pada hari pertama KTT antara lain dibicarakan krisis baja dunia, hambatan-hambatan perdagangan, dan Brexit atau keputusan referendum Inggris untuk menarik diri dari Uni Eropa.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan para pemimpin G20 sudah sepakat bahwa ada kebutuhan untuk bekerja sama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Bagaimanapun kecil kemungkinan akan dicapai kesepakatan besar, khususnya karena pertemuan yang produktif terjadi secara bilateral antara satu pemimpin dengan satu pemimpin lain, seperti dilaporkan redaktur BBC Asia Pasific, Celia Hatton.
KTT G20 di Hangzhou ini merupakan yang terakhir kali bagi Presiden Barack Obama dan yang pertama bagi Perdana Menteri Inggris, Theresa May.









