Presiden Xi ingatkan 'titik krisis' perekonomian global

Sumber gambar, AP
Presiden Cina, Xi Jinping, mendesak para pemimpin blok ekonomi terbesar dunia, G20, menghindari 'pembicaraan kosong' dalam pertemuan puncak di Hangzhou.
Hal tersebut disampaikan Presiden Xi di KTT G20, yang untuk pertama kalinya berlangsung di Cina.
"Melawan risiko dan tantangan yang dihadapi perekonomian dunia, masyarakat internasional memiliki pengharapan yang tinggi dari pertemuan puncak G20 di Hangzhou," jelasnya dalam pembukaan KTT.
- <link type="page"><caption> Brexit 'perbesar' risiko ekonomi global</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160724_majalah_g20_brexit" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Parlemen Cina ratifikasi Traktat Iklim Paris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160902_dunia_iklim_cina_ratifikasi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Serangan Paris dibahas di sela-sela KTT G20</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151115_dunia_turki_g20" platform="highweb"/></link>
Presiden Xi menambahkan bahwa perekonomian global sedang berada dalam 'titik kritis' karena pasar yang bergerak cepat dan perdagangan yang lemah.

Sumber gambar, AP
Pada hari pertama, pembicaraan antara lain menyangkut tentang krisis baja dunia, hambatan-hambatan perdagangan, dan Brexit atau keputusan referendum Inggris untuk ke luar dari Uni Eropa.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan para pemimpin G20 sudah sepakat bahwa ada kebutuhan untuk bekerja sama dalam meningkatkan pertumbuhan ekononi.
Bagaimanapun kecil kemungkinan akan dicapai kesepakatan besar, khususnya karena pertermuan yang produktif terjadi secara bilateral antara satu pemimpin dengan satu pemimpin lain, seperti dilaporkan Redaktur BBC Asia Pasific, Celie Hatton.
Presiden Indonesia, Joko Widodo, juga ikut menghadiri KTT G20 di Hangzhou, yang merupakan terakhir kalinya bagi Presiden Barack Obama dan pertama bagi Perdana Menteri Inggris, Theresa May.









