G20 akan bahas nilai tukar

Para menteri keuangan anggota G20 mengadakan pertemuan di Gyeongju, Korea Selatan menjelang pertemuan puncak para kepala negara dan pemerintahan bulan depan.
Ketegangan mengenai nilai tukar mata uang kemungkinan mendominasi pertemuan tersebut.
Cina tidak mau menyerah terhadap tekanan agar mata uang Yuan disesuaikan secara signifikan dan banyak negara berkembang khawatir menguatnya mata uang Cina akan memukul ekspor mereka.
Tingkat suku bunga rendah di negara-negara kaya mendorong investor untuk mencari keuntungan di negara-negara berkembang.
Pendekatan bersama

G20 berusaha untuk mengkoordinasikan jalan keluar dari krisis finansial sekarang.
Barangkali tantangan paling dekat adalah menyetujui pendekatan bersama terhadap masalah di pasar uang.
Para menteri keuangan tampaknya harus berusaha keras untuk mendapatkan kemajuan yang berarti.
Banyak negara-negara berkembang prihatin mengenai tekanan terhadap mata uangnya yang akan membuat ekspor mereka kurang kompetitif.
Selain tekanan itu, tingkat suku bunga di negara-negara maju sangat rendah sehingga membuat para investor mencari keuntungan di negara-negara berkembang. Kecenderungan itu sendiri akan mendorong mata uang semakin kuat.
Cina tidak mau tunduk terhadap tekanan untuk menaikkan nilai Yuan dengan membeli dollar.
Sebagian anggota G20 terutama Amerika Serikat, ingin melihat Cina mengurangi intervensi terhadap mata uangnya dan membiarkan Yuan menguat.
Namun Cina tidak menunjukkan isyarat akan melakukan langkah seperti itu dalam waktu dekat.
Faktor lain di belakang ketegangan soal mata uang ini adalah tingkat bunga rendah di negara maju juga tidak akan segera berubah.









