Krisis di negara-negara pengguna euro dominasi G20

Sumber gambar, Reuters
Krisis ekonomi di kawasan yang menggunakan mata uang euro dianggap sebagai ancaman perekonomian global dan mendominasi pertemuan para pemimpin G-20 di Cannes, Prancis, Kamis (3/11).
Menjelang pertemuan, pemimpin Prancis dan Jerman mengatakan Yunani -yang menghadapi krisis utang- tidak akan mendapatkan bantuan bila tidak menyatakan komitmen untuk tetap menggunakan mata uang euro dan memenuhi kewajiban. Krisis utang Yunani ini menjadi masalah besar.
Uni Eropa sebelumnya meminta bantuan Cina untuk melakukan investasi guna membantu negara yang dililit utang.
Namun Cina mengatakan tidak dapat berjanji untuk membantu sampai situasi di Yunani jelas. Sementara Presiden Hu Jintao mengatakan Eropa lah yang dapat menangani masalah mereka sendiri.
Saham-saham di Asia dan Eropa pada perdagangan pagi anjlok menjelang pertemuan para pemimpin G20 ini.
Perdagangan pagi saham-saham di Eropa turun antara 1,5% sampai 2,5% di tengah kekhawatiran bangkrutnya Yunani.
Cina perlu diyakinkan
Tuan rumah G20 Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memperingatkan Yunani tidak akan mendapatkan bantuan lebih "satu sen pun" dari Dana Moneter Internasional, IMF, sampai ia memenangkan referendum yang akan diselenggarakan tanggal 4 Desember.
Referendum ini dimaksudkan untuk menentukan apakah menerima paket bantuan yang diajukan oleh Eropa.
Tanpa bantuan, menurut para pejabat tinggi di Cannes, Yunani tidak akan dapat membayar pegawai negeri dan menghadapi utang besar yang dapat memaksa negara itu meninggalkan mata uang euro.
"Kami tidak ingin euro dihancurkan, kami tidak ingin Eropa hancur," kata Sarkozy yang didampingi Kanselir Jerman Angela Merkel.
Presiden Cina Hu Jintao mengadakan acara makan malam dengan Sarkozy Rabu malam dan setelah pertemuan itu para pejabat mengatakan mereka mungkin menyumbangkan 100 miliar dolar untuk membantu namun perlu diyakinkan bahwa investasi itu aman.
"Beijing ingin diyakinkan bahwa mekanisme ini jalan," kata Li Daokui dari bank sentral Cina kepada Le Figaro.
Pertemuan puncak G20, yang juga dihadiri oleh pemimpin dari negara Asia lain termasuk Jepang, Indonesia dan India akan berlangsung selama dua hari.









