Bentrokan bersenjata kembali meletus di Sudan Selatan

Sumber gambar, REUTERS
Bentrokan baru terjadi antara pasukan militer yang propresiden dan pendukung wakil presiden Sudan Selatan.
Insiden ini hanya berselang beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB meminta pihak-pihak yang berseteru untuk segera menghentikan pertempuran.
Seorang wartawan di ibu kota Juba berkata kepada BBC bahwa tembakan dan ledakan besar terdengar di seluruh kota.

Sumber gambar, Reuters
Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas sejak bentrokan terjadi Jumat lalu.
DK PBB mengutuk kekerasan tersebut serta "kaget dan marah" atas serangan yang dilakukan terhadap bangunan milik PBB. DK juga meminta tambahan pasukan perdamaian untuk dikirim ke Sudan Selatan.
- <link type="page"><caption> DK PBB desak pemimpin politik di Sudan Selatan akhiri bentrokan bersenjata</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160711_dunia_update_sudanselatan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bentrokan bersenjata di Sudan Selatan, 'puluhan orang tewas'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160710_dunia_sudanselatan_bentrokan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Perbatasan Sudan dan Sudan Selatan segera dibuka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160128_dunia_sudan_perbatasan" platform="highweb"/></link>
Media Cina berkata dua pasukan perdamaian asal Cina tewas di Juba. Beberapa pasukan lain terluka, termasuk sejumlah warga sipil yang terperangkap dalam baku tembak.
Bentrokan terbaru terjadi saat pasukan militer yang setia kepada Presiden Salva Kiir terlibat baku tembak dengan pasukan militer yang setia kepada Wakil Presiden Riek Machar di jalanan di Juba.
Hubungan kedua pemimpin retak setelah Sudan Selatan merdeka dari Sudan pada 2011.

Sumber gambar,
Kedua kekuatan ini telah memicu perang sipil.
Meski perjanjian perdamaian telah dibuat tahun lalu untuk mengakhiri konflik, kedua pihak mempertahankan kekuatan militernya dan terus menyerang satu sama lain dengan alasan itikad buruk.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby berkata pemerintah AS telah memerintahkan personel nondarurat di Kedubes AS di Juba untuk dipindahkan.
Seorang pengamat Sudan asal AS, Eric Reeves, mengatakan kepada BBC bahwa Wapres Machar berupaya menyusun kudeta melawan musuh politiknya dengan dukungan dari Presiden Sudan Omar Bashir.
"Ini telah direncanakan," dia berkata. "Kekerasan tersebut sekarang terlihat sebagai bagian dari kudeta terkoordinasi yang dipimpin oleh Riek Machar. Ini megubah kompleksitas krisis sepenuhnya."









