Perbatasan Sudan dan Sudan Selatan segera dibuka

Presiden Sudan Omar al-Bashir memerintahkan perbatasan negaranya dengan Sudan Selatan dibuka.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Sudan Omar al-Bashir memerintahkan perbatasan negaranya dengan Sudan Selatan dibuka.

Presiden Sudan Omar al-Bashir memerintahkan pembukaan perbatasan negaranya dengan Sudan Selatan. Pembukaan itu adalah yang pertama kali dilakukan sejak Sudan Selatan merdeka dan berpisah dari Sudan pada 2011 lalu.

Perintah Al-Bashir agar aparat Sudan ‘mengambil semua langkah’ sehingga perbatasan dibuka mengemuka beberapa hari setelah muncul laporan bahwa Sudan Selatan sudah menarik mundur pasukannya dari perbatasan.

Sudan Selatan memperoleh kemerdekaan berkat kesepakatan pada 2005 lalu yang mengakhiri perang sipil selama 22 tahun.

Namun, usai merdeka, <link type="page"><caption> Sudan Selatan masih terlibat perseteruan dengan Sudan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/04/120419_sudanwar" platform="highweb"/></link> pada 2012 mengenai ladang minyak Heglig yang berada di kawasan perbatasan.

Perseteruan itu perlahan mereda beberapa bulan terakhir. Pekan lalu, Al-Bashir sepakat mempertimbangkan untuk menurunkan tarif pemakaian infrastruktur yang digunakan Sudan Selatan untuk mengekspor minyak.

Setelah merdeka, Sudan Selatan justru mengalami perang sipil antara pendukung Presiden Salva Kiir (kanan) dan wakil presiden Riek Machar (kiri).

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Setelah merdeka, Sudan Selatan justru mengalami perang sipil antara pendukung Presiden Salva Kiir (kanan) dan wakil presiden Riek Machar (kiri).

Sudan Selatan menguasai sebagian besar ladang minyak yang dimiliki Sudan sebelum 2011. Akan tetapi, negara baru itu mengalami perang sipil pada 2003 ketika pasukan yang loyal terhadap Presiden Salva Kiir dan Wakil Presiden Riek Machar bertempur.

Ratusan ribu warga Sudan Selatan pun mengungsi ke sejumlah negara tetangga, termasuk Sudan.