PBB ancam bertindak jika Sudan Selatan tidak berdamai

Sumber gambar, Reuters
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan siap ‘beraksi sesegera mungkin’ jika Presiden Sudan Selatan Salva Kiir tidak menandatangani kesepakatan perdamaian dengan pemberontak.
Kiir sejatinya dijadwalkan menandatangani kesepakatan damai guna mengakhiri perang sipil yang telah berjalan selama berbulan-bulan. Meski demikian, juru bicara presiden mengatakan atasannya masih ragu.
Di pihak lain, pemimpin pemberontak Riek Machar telah menandatangani kesepakatan damai tersebut pekan lalu.
Dalam rapat Dewan Keamanan PBB, Kepala Kemanusiaan PBB, Stephen O’Brien, mengingatkan bahwa kondisi di Sudan Selatan memburuk. Beberapa kejadian bahkan menjurus ke aksi sadis pembunuhan.
Serangan terhadap warga sipil di Sudan Selatan, menurut O’Brien, terlalu keji dan bukan lagi soal perbedaan politik.
Karena itu, jika Kiir tidak menandatangani kesepakatan damai, resolusi PBB yang disusun Amerika Serikat akan menerapkan embargo senjata dan mengeluarkan sanksi spesifik.
Sudan Selatan ialah negara termuda di dunia ketika merdeka dan memisahkan diri dari Sudan pada 2011. Namun, pada 2013, konflik pecah lantaran Presiden Salva Kiir menuding Riek Machar berupaya menggelar kudeta.
Melalui kesepakatan damai, jika Kiir menandatanganinya, Machar akan menyandang status wakil presiden.









