Sudan Selatan capai kesepakatan dengan pemberontak

Salva Kiir dan Riek Machar

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Salva Kiir dan Riek Machar sepakat untuk membagi kekuasaan

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan komandan pemberontak Riek Machar telah menandatangani sebuah kesepakatan yang berisi komitmen untuk mengakhiri konflik.

Kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani dalam pembicaraan di Ethiopia.

Upaya konsultasi dalam berbagai isu perkembangan pemerintah di masa mendatang akan terus berlanjut dan juga masalah pembagian kekuasaan.

Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai sebelumnya tidak bertahan lama.

Kesepakatan gencatan senjata diharapkan akan lengkap pada pagi ini (Senin), " kata Seyoum Mesfin, seorang negosiator dari blok regional Igad.

Dalam usulan kesepakatan ini Kiir akan tetap menjadi presiden dalam pemerintahan baru, dan Machar akan ditunjuk sebagai wakil presiden, seperti disampaikan oleh dua diplomat Afrika yang menghadiri pembicaraan tersebut, kepada Reuters.

Tetapi pembicaraan itu telah ditangguhkan sampai pertengahan February untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak yang terlibat dalam pengaturan pembagian kekuasaan, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Addis Ababa, Emmanuel Igunza.

Sebuah kesepakatan akhir akan dicapai pada 5 Maret.

Pertikaian di Sudan Selatan terjadi beberapa bulan setelah Kiir memutuskan untuk memecat seluruh anggota kabinet dan wakil presiden Machar pada Juli 2013 mendatang.

Presiden telah menuduh Machar merencanakan kudeta. Machar membantah tuduhan tersebut, tetapi kemudian membentuk pasukan pemberontak untuk melawan tentara pemerintah.

Diperkirakan 10,000 orang tewas selama konflik, yang sebagian besar berasal dari kelompok etnis Presiden Kiir, Dinka dan kelompok etnis pendukung Machar, Nuer. Tercatat lebih dari 1,5 juta orang mengungs akibat konflik.

Salva Kiir telah memimpin Sudan Selatan, negara terbaru di dunia, sejak merdeka dari Sudan pada 2011.