AS menghapus larangan terhadap tentara transgender

Sumber gambar, ap
Militer AS sudah menghapus larangan terhadap tentara transgender untuk secara terbuka bertugas di kesatuannya.
Kebijakan tersebut memungkinkan tentara yang sedang dalam proses transisi gender untuk bertugas dan ini berdampak pada layanan kesehatan mereka, akan berlaku secara bertahap dalam setahun ke depan.
"Ini adalah hal yang tepat dilakukan bagi masyarakat dan bagi angkatan bersenjata," kata Menteri Pertahanan Ash Carter.
Aturan ini memastikan bahwa tak ada orang yang "dipecat atau dilarang mendaftar kembali" berdasarkan identitas gender mereka.
- <link type="page"><caption> Fatwa ulama Pakistan izinkan perkawinan transgender</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160628_majalah_pakistan_transgender.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Gedung Putih rekrut karyawan transgender</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150819_dunia_transgender_gedung_putih.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Hari Transgender Dunia: "Kami bukanlah insan yang harus ditakuti dan dianggap tidak normal"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151120_trensosial_transgender.shtml" platform="highweb"/></link>
Jamie Ewing, yang dipecat dari militer AS karena transgender, mengatakan pada BBC bahwa dia senang mendengar kabar tersebut.
"Saya sangat senang," katanya. "Saya ingin mendaftar ulang dan berharap memakai seragam lagi sebagai tentara dalam Angkatan Bersenjata Amerika Serikat."
Namun senator Partai Republik Jim Inhofe dari Oklahoma mengkritik pemerintah untuk "memaksakan agenda sosial mereka" dan mengatakan kebijakan ini harus dihentikan dulu.
Sebelumnya dalam konferensi pers di Pentagon, Carter mengatakan, "Misi kami adalah untuk membela negara ini, dan kami tidak ingin ada hambatan yang tidak terkait dengan kualifikasi seseorang mencegah kami utnuk merekrut atau mempertahankan tentara, pelaut, pilot, atau marinir terbaik yang bisa memenuhi misi tersebut."
Ada sekitar 2.500 orang transgender yang bertugas di kesatuan militer dari total personel 1,3 juta orang, kata Carter.
Individu transgender bisa mendaftar dalam satu tahun, sepanjang mereka sudah 'stabil' dalam identitas gender mereka selama 18 bulan.
Carter juga menyebut kebijakan di negara-negara seperti Inggris, Israel dan Australia, yang sudah membolehkan personel transgender untuk bertugas secara terbuka.









