Sekolah Inggris 'tidak siap' hadapi murid transgender

Sumber gambar, PA
Sekolah dengan murid laki-laki saja atau perempuan saja harus menemukan cara untuk dapat menerima murid transgender, demikian dinyatakan konferensi serikat guru Inggris.
Para guru itu melakukan pemungutan suara bagi perbaikan pelatihan staf sekolah dan sekolah dipandang 'tidak siap' menghadapi masalah ini, kata seorang guru pada konferensi tersebut.
- <link type="page"><caption> Anak transgender dilarang gunakan WC perempuan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/06/130625_majalahlain_transgender" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kelompok pro dan anti-LGBT sama-sama gelar aksi di Yogyakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160223_indonesia_demonstrasi_lgbt" platform="highweb"/></link>
Tetapi langkah praktis untuk mengubah fasilitas ganti baju dan kamar kecil sebenarnya adalah hal-hal yang bisa langsung dilakukan, kata para guru yang berpengalaman membantu murid transgender.
Graham Easterlow -seorang guru pada sekolah di North Yorkshire, Inggris utara, yang menangani murid yang mengalami masalah belajar- mengatakan salah seorang muridnya mengaku sebagai seorang anak perempuan transgender dalam tahun akademi yang lalu.
"Yang menarik adalah saya pikir ini bukanlah masalah bagi murid. Dia sangat sadar, dia sangat jelas dan benar-benar mengetahui hal-hal yang diinginkannya terkait dengan jati dirinya," katanya.
"Tantangan muncul ketika kami menyadari bahwa sekolah menghadapi masalah untuk pertama kalinya dan hal ini belum pernah ada presedennya. Tidak ada proses pendukung bagi murid yang menyatakan diri (sebagai transgender)."






