Taliban menjarah kekayaan Afghanistan

taliban

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Milisi Taliban mendengarkan pidato pemimpin mereka Mullah Abdul Manan Niazi di Provinsi Herat, Afghanistan.

Organisasi anti korupsi yang bermarkas di London menyatakan Taliban dan kelompok militan lain di Afghanistan mendapat pemasukan sampai jutaan dolar per tahun dari upaya penambangan gelap.

Dalam laporan terbarunya, Global Witness memusatkan penelitiannya pada penambangan batu setengah berharga, lapis lazuli, di Provinsi Badakhshan.

  • <link type="page"><caption> Sekilas tentang pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160525_dunia_taliban_akhundzada" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pemimpin baru Taliban Afghanistan, Mullah Haibatullah Akhundzada</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160525_dunia_pemimpin_baru_taliban" platform="highweb"/></link>

Lembaga ini menduga persaingan dengan menggunakan kekerasan terkait tambang tersebut memicu ketidakstabilan dan menuduh sejumlah pejabat Afghanistan mendapatkan keuntungan dari perdagangan tersebut.

Dalam dua tahun terakhir, Taliban diperkirakan secara bertahap meningkatkan andilnya dan sekarang mengambil lebih setengah keuntungan penambangan ilegal.

Berbicara di Kabul pada hari Sabtu 4 Juni, peneliti Global Witness, Stephen Carter, mengatakan sebagian milisi berasal dari kelompok bersenjata pemerintah.

"Tambang itu sendiri dikuasai kelompok bersenjata gelap dengan keuntungan tambang sebagian mereka dapatkan, namun kelompok itu dan grup tanpa kedok, maupun kelompok pemerintah -yang secara teoritis grup bersenjata pemerintah- sebenarnya juga mendapat uang dari tambang, dan juga Taliban," kata Carter.