Pemimpin Taliban Afghanistan 'kemungkinan tewas' dalam serangan udara AS

Sumber gambar, AFP
Pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Akhtar Mansour kemungkinan terbunuh dalam serangan udara AS, menurut pejabat Amerika Serikat.
Dia dan seorang pejuang lelaki lainnya disasar saat berada dalam kendaraan di kawasan terpencil Pakistan yang dekat dengan perbatasan Afghanistan, menurut pejabat tersebut.
Pentagon membenarkan bahwa mereka memang menyasar Mansour dalam serangan tersebut namun masih menganalisis dampaknya.
Mansour mengambil posisi kepemimpinan pada Juli 2015 dengan menggantikan pendiri dan pemimpin spiritual Taliban Mullah Mohammad Omar.
Operasi tersebut terjadi di dekat kota Ahmad Wal sekitar jam 15:00 waktu setempat (17:00 WIB) dan disahkan oleh Presiden Barack Obama.
- <link type="page"><caption> Aplikasi Taliban dicabut dari Google Store</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160404_majalah_taliban_app.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Artis Afghanistan pendukung hak wanita diancam mati Taliban</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160503_dunia_afghanistan_taliban.shtml" platform="highweb"/></link>
Baik Pakistan maupun Afghanistan mendapat pemberitahuan akan serangan tersebut, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, tapi tak menjelaskan apakah pemberitahuan tersebut dilakukan di awal.
"Kami masih menilai dampak serangan tersebut dan akan memberi informasi lebih jika tersedia," kata juru bicara Pentagon Peter Cook.
Seorang komandan Taliban yang tak disebutkan namanya mengatakan pada Reuters, "Kami selalu mendengar laporan tak berdasar ini, tapi ini bukan yang pertama. Hanya ingin berbagi informasi pada Anda bahwa Mullah Mansour tidak terbunuh."
Rumor palsu soal pemimpin Taliban sering terjadi.
Omar tewas pada 2013 namun baru terkonfirmasi oleh Taliban dua tahun kemudian, sementara Mansour dilaporkan tewas dalam pertempuran senjata tahun lalu, dan dibantah oleh pemerintah Afghanistan.
Penunjukan Mansour sebagai pemimpin Taliban diragukan, karena kelompok rival memilih pemimpin mereka sendiri.
Pentagon menyatakan bahwa Mansour secara aktif terlibat dalam perencanaan serangan "menimbulkan ancaman bagi warga sipil Afghanistan dan petugas keamanan, personel kami, serta partner Koalisi".









