Serangan Lahore: PM Pakistan desak teror segera ditangani

nawaz

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, PM Nawaz Sharif mengunjungi salah satu korban serangan pendukung Taliban, Jamaat-ul-Ahrar.

Perdana menteri Pakistan menuntut perbaikan kerja sama badan keamanan dalam menangani teror, satu hari setelah bom bunuh diri menewaskan lebih 70 orang di Lahore.

Pada pertemuan para pejabat keamanan, Nawaz Sharif mengatakan terjadi peningkatan tuntutan masyarakat terkait usaha menangani para milisi.

Sejumlah orang telah ditangkap dan senjata disita lewat lima operasi keamanan, kata pihak militer.

  • <link type="page"><caption> Taliban akui serangan bom di Lahore, menewaskan 69 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160328_dunia_serangan_lahore_update" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ledakan bom di taman Lahore, Pakistan, 69 tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160327_dunia_lahore_bom" platform="highweb"/></link>

Kelompok pendukung Taliban, Jamaat-ul-Ahrar, mengaku melakukan penyerangan terhadap umat Kristen yang sedang merayakan Paskah.

Paling tidak 300 orang terluka. Para pejabat memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat.

Daerah tersebut lebih ramai dari biasanya karena anggota masyarakat minoritas Kristen di Lahore sedang berkumpul untuk merayakan Paskah di taman.

Meskipun demikian sebagian besar korban serangan itu adalah warga Muslim.

Paling tidak satu pemakaman telah dilakukan pada hari Senin (28 Maret).

Sahil Pervez, 11 tahun, seorang anak laki-laki beragama Kristen, menjadi salah satu korban tewas serangan bom tersebut.