Bom bunuh diri di Kabul, belasan tewas dan puluhan terluka

Sumber gambar, EPA
Sejumlah orang tewas akibat serangan bom bunuh diri di pusat Kabul, ibukota Afghanistan, kata Presiden Ashraf Ghani.
Juru bicara kementerian dalam negeri Sediq Sediqqi mengatakan seorang penyerang bunuh diri meledakkan bom dalam kendaraan yang dikemudikannya.
Puluhan dilaporkan terluka, dan tembakan masih terdengar di sana sini.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangan yang terjadi seminggu setelah Taliban memperingatkan akan melancarkan 'serangan skala besar' dalam serangkaian 'ofensif musim semi' mereka.
- <link type="page"><caption> Taliban Afghanistan tolak pembicaraan damai</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160306_dunia_taliban_afghanistan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ditembak di kepala, warga Afghanistan mengungsi ke Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160224_majalah_pengungsi_afghanistan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Anjing perang Afghanistan dapat medali penghargaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160405_majalah_afghanistan_anjing" platform="highweb"/></link>
Pemboman Selasa (19/4) terjadi di sebuah pemukiman tak jauh dari kawasan kementerian pertahanan dan militer, saat jam sibuk di pagi hari.
"Ledakan pertama dilancarkan oleh seorang pembom bunuh diri di dalam sebuah mobil dan mungkin satu atau dua pembom lainnya masih bertahan," kata Sediq Sediqqi.
"Lokasi serangan telah sepenuhnya ditutup oleh pasukan keamanan Afghanistan."

Sumber gambar, FB
Seorang juru bicara kementerian kesehatan mengatakan kepada BBC, bahwa lebih dari 40 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit Kabul.
Kantor kepresidenan mengutuk serangan 'sekeras-kerasnya.'
Sejak beberapa tahun terakhir Taliban telah mengalami suatu kebangkitan, didorong oleh penarikan sebagian besar NATO dan pasukan AS pada akhir 2014, disusul banyaknya orang asing yang bergabung dengan barisan mereka.
Sekarang mereka menguasai daera yang cukup besar di Afghanistan.









