Korban sipil konflik Afghanistan mencapai tingkat tertinggi

Sumber gambar, AFP Getty
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan korban sipil di Afghanistan meningkat di tahun 2015 mencapai tingkat yang tertinggi sampai sejauh ini.
Korban meningkat empat persen, dengan tiga ribu lima ratus warga sipil tewas dan tujuh ribu lima ratus orang lainnya terluka.
Pimpinan badan hak asasi manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, mengatakan warga Afghanistan terus menderita karena "serangan kejam".
Dia menambahkan pihak-pihak yang terlibat seharusnya dimintai tanggung jawab.
Data PBB mengisyaratkan bahwa enam puluh dua persen korban disebabkan oleh aksi pasukan penentang pemerintah, tujuh belas persen karena pasukan pro-pemerintah termasuk NATO, dan tujuh belas persen terjebak dalam tembak-menembak.
<link type="page"><caption> Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, berjanji untuk 'mengubur' kelompok militan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160125_dunia_isis_afganistan" platform="highweb"/></link> yang menamakan diri negara Islam atau ISIS.
Di negara itu, ISIS telah berkali-kali bertempur dengan pasukan pemerintah dan Taliban.
Dalam wawancara dengan BBC pada bulan Januari, Ghani menyebut ISIS "bukan fenomena Afghanistan" dan kekejaman mereka telah "mengalienasi masyarakat".









