Presiden Afghanistan: "kami akan 'mengubur' ISIS"

Sumber gambar, Getty Images
Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, berjanji untuk 'mengubur' kelompok militan yang menemakan diri negara Islam atau ISIS, yang di Afganistan telah berkali-kali bertempur dengan pasukan pemerintah dan petarung Taliban.
Dalam wawancara dengan BBC, Ghani menyebut ISIS "bukan fenomena Afganistan" dan kekejaman mereka telah "mengalienasi masyarakat".
"Rakyat Afganistan kini terdorong untuk membalas dendam," katanya. "Mereka (ISIS) telah berhadapan dengan orang-orang yang salah."
Ghani juga menyerukan langkah-langkah anti-ISIS pada tingkat regional dan internasional.
"Tak bisa dipungkiri, saat ini kita sedang berurusan dengan risiko yang sangat menentukan," ujar dia, di sela Forum Ekonomi Dunia di Swiss.
"Banyak diplomasi saya yang bertujuan menciptakan konsensus di wilayah ini. Dan wilayah dengan warisan kebencian dan perilaku berpandangan sempit akan membutuhkan usaha dan fokus yang khusus."
Departemen luar negeri AS pada pekan lalu menyebut cabang ISIS di Afganistan sebagai organisasi teroris.

Sumber gambar, EPA
Disebutkan, kelompok tersebut terbentuk bulan Januari tahun lalu dan terdiri dari mantan anggota Taliban Pakistan dan Taliban Afganistan.
Ghani juga memperingatkan jika perundingan damai dengan Taliban tidak dimulai pada bulan April maka konflik akan semakin meningkat, yang dampaknya akan terasa ke seluruh wilayah.
"Waktu tidak bersahabat," tuturnya. "Kita semua paham kalau Februari dan Maret ini adalah bulan-bulan penting."
Presiden Afganistan itu mengatakan, pengamat harus paham bahwa perang di negaranya "hanyalah satu komponen" dari peperangan lebih luas yang juga meliputi Pakistan.
"Permasalahannya... saling terkait (dan) tak bisa diselesaikan dengan penggunaan kekuatan militer di satu negara saja.
Ia menyarankan Pakistan mengambil langkah atas kelompok Taliban yang tidak menyetujui perundingan.
"Kita perlu melihat bahwa kita punya kepentingan sama dan kita harus bertindak bersama demi menjaga keutuhan sistem negara serta mengkonsolidasikannya," kata dia.
Ketika ditanya, apa pesannya bagi imigran dari Afganistan yang tiba di Eropa, Ghani mengatakan, "Pesan saya kepada mereka adalah, kalian tak punya masa depan di Eropa. Eropa menutup perbatasan mereka.
"Anda (BBC) baru saja mewawancarai perdana menteri Prancis - siarkan (wawancara) itu ke mereka (para pencari suaka Afghanistan di Eropa). Masa depan ada di Afganistan."









