Sekilas tentang pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada

Sumber gambar,
Pemimpin baru Taliban di Afghanistan, Hibatullah Akhundzada, dikenal sebagai penganut garis keras yang bisa diterima oleh para anggota kelompok tersebut.
Hibatullah Akhundzada ditunjuk menjadi pemimpin baru menggantikan Mullah Mansour yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat di Pakistan.
- <link type="page"><caption> Taliban di Afghanistan mengangkat pemimpin baru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160525_dunia_pemimpin_baru_taliban" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Afghanistan kukuhkan tewasnya pemimpin Taliban</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160522_dunia_afghanistan_mansour" platform="highweb"/></link>
Meski relatif bisa diterima di kalangan anggota, terpilihnya Hibatullah Akhundzada dinilai tidak akan serta merta menyatukan faksi-faksi yang bertikai di dalam tubuh Taliban.
Hibatullah Akhundzada pernah menjadi sebagai deputi pemimpin Taliban dan berasal dari daerah di Provinsi Kandahar dan pernah menjabat sebagai ketua semacam dewan syariat Taliban dalam 15 tahun terakhir.
Ketika Taliban berkuasa ia adalah hakim senior di mahkamah militer.
Hibatullah Akhundzada memakai gelar Mawlawi, status yang lebih tinggi dari mullah, yang mengisyaratkan ia adalah pemimpin agama, bukan panglima militer.
Diperkirakan berusia 55 tahun, dia menghabiskan banyak hidupnya di dalam wilayah Afghanistan dan hanya sedikit sekali melakukan perjalanan ke luar negara itu.
Namun Hibatullah -yang dalam Bahasa Arab berarti 'pemberian Tuhan'- disebut memiliki hubungan yang erat dengan Quetta Shura, yaitu para pemimpin Taliban Afghanistan yang berpangkalan di kota Quetta, Pakistan.









