Aktivis Korea Selatan sebarkan pamflet propaganda

Sumber gambar, Getty
Untuk kali kedua dalam tiga hari terakhir, sekelompok aktivis Korea Selatan yang dipimpin seorang pembelot Korea Utara menyebarkan puluhan ribu surat selebaran ke Korea Utara dengan menggunakan balon helium.
Surat-surat selebaran itu berisi kecaman terhadap pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un. Pelepasan balon berisi pamflet propaganda pada Senin (28/03) terjadi di tengah-tengah adanya ketegangan antara kedua negara.
Pada hari Sabtu (26/03), kelompok aktivis yang sama menyebarkan sekitar 50.000 pamflet untuk memperingati penenggelaman kapal perang Korea Selatan pada tahun 2010. Seoul menuding Korea Utara sebagai pihak yang menenggelamkan kapal, namun Pyongyang menepis tudingan itu.
- <link type="page"><caption> PBB kecam peluncuran rudal Korea Utara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160319_dunia_korut_dewan_keamana_pbb" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160319_dunia_korut_dewan_keamana_pbb" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Korea Utara tembakkan rudal balistik ke laut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_korut_ujibalistik" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Sanksi internasional yang lebih keras atas Korea Utara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160302_dunia_pbb_korut" platform="highweb"/></link>
Penyebaran pamflet propaganda ini telah lama membuat pemerintah Korea Utara marah dan sebaliknya mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap para aktivis.

Sumber gambar, Getty
Pada tahun 2014, pasukan Korea Utara berusaha menembak jatuh balon-balon propaganda sehingga terjadi tembak-menembak di perbatasan antara pasukan kedua negara.
Adapun Korea Selatan selama ini memberlakukan pembatasan kampanye penyebaran pamflet dengan cara menggunakan balon atas landasan mengancam keselamatan umum.
Seorang pembelot Korea Utara, Lee Min-bok, mengajukan banding kepada Mahkamah Agung untuk menentang pembatasan kampanye lewat surat selebaran tetapi gugatan sudah ditolak.





