Warga AS mengaku mencuri rahasia militer Korut

Kim Dong Chul

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kim Dong Chul juga menyatakan permintaan maaf atas tindakannya.

Seorang warga Amerika Serikat keturunan Korea muncul di siaran TV Korea Utara dengan pengakuan mencuri rahasia militer.

Dalam konferensi pers di ibukota Pyongyang yang disiarkan lewat TV itu, Jumat 25 Maret, Kim Dong-chul meminta maaf atas tindakan, yang menurutnya, dilakukan dengan kolusi bersama Korea Selatan.

Kim -yang ditangkap di Korea Utara Oktober lalu- merupakan satu dari tiga warga Barat yang sedang ditahan di sana.

  • <link type="page"><caption> Korut didesak untuk bebaskan mahasiswa AS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160316_dunia_korut_amerika" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Curi plang propaganda Korut, mahasiswa AS dihukum 15 tahun kerja paksa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160315_dunia_mahasiswa_as_korut_hukuman" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pastor Kanada dipaksa kerja delapan jam sehari di Korut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160111_dunia_korea_pastor" platform="highweb"/></link>

Berdasarkan pengakuannya, Kim melakukan kontak dengan beberapa warga Korea Selatan untuk memberikan informasi rahasia yang dalam sebuah keping memori USB.

Otto Warmbier

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mahasiswa Amerika Serikat, Otto Warmbier, juga diminta mengaku kesalahannya di depan media.

Dia juga menjelaskan jati dirinya sebagai kelahiran ibukota Korea Selatan, Seoul, pada tahun 1953 dan ketika berusia 19 tahun pindah ke Amerika Serikat.

Seorang pembelot dari Korea Utara mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Kim adalah seorang pendeta Kristen yang mengirim bantuan kesehatan ke Korea Utara.

Pengakuan terbuka Kim ini hanya sekitar sepekan setelah mahasiswa Amerika Serikat, Otto Warmbier, dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun karena mencuri papan tanda propaganda dari sebuah hotel di Pyongyang pada bulan Januari.

Desember tahun lalu, seorang pastor Kristen Kanada, Hyeon Soo Lim, yang diganjar kerja paksa seumur hidup karena dituduh melakukan 'kejahatan terhadap negara'.