Korut tahan mahasiswa Amerika Serikat

Sumber gambar, AP
Pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa mereka telah menahan seorang mahasiswa asal Amerika Serikat atas tuduhan melakukan ‘aksi bermusuhan’ melawan negara.
Kantor berita Korut, KCNA, menyebut mahasiswa yang ditahan bernama Otto Frederick Warmbier dari Universitas Virginia.
KCNA mengatakan Warmbier memasuki Korut sebagai turis dengan niat ‘menghancurkan kesatuan negara’. Amerika Serikat, tambah KCNA, justru ‘menoleransi dan memanipulasi’ dia.
Keterangan lebih rinci mengenai penahanan Warmbier tidak dijabarka. Hanya saja, dia disebut tengah dalam proses penyelidikan.
Seorang pejabat Kedutaan Besar AS di ibu kota Korea Selatan, Seoul, mengaku mengetahui penahanan Warmbier.
Secara terpisah, Gareth Johnson selaku pemilik biro perjalanan yang berbasis di Cina, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Warmbier mengikuti tur yang diselenggarakan di Korut dan dia ditahan pada 2 Januari.
“Kami menghubungi keluarga Otto, departemen Luar Negeri AS, dan kedutaan Swedia di Pyongyang. Kami melakukan yang kami bisa untuk menjamin pembebasannya,” kata Johnson merujuk Swedia yang mewakili kepentingan AS di Korut mengingat Washington dan Pyongyang tidak punya hubungan diplomatik.
Warmbier adalah orang ketiga dari negara Barat yang diketahui ditahan di Korut.
<link type="page"><caption> Hyeon Soo Lim, seorang pastur keturunan Korsel dan berkewarganegaraan Kanada</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160111_dunia_korea_pastor" platform="highweb"/></link>, dihukum penjara seumur hidup atas tuduhan berupaya menggulingkan pemerintah.
Seorang warga AS keturunan Korea juga sedang ditahan di Korut atas tudingan mata-mata.









