Korut didesak untuk bebaskan mahasiswa AS
Amerika Serikat mendesak Korea Utara agar segera membebaskan seorang mahasiswa Amerika Serikat yang dihukum 15 tahun kerja paksa.
Otto Warmbier divonis melakukan kejahatan melawan negara karena berupaya mencuri papan tanda propaganda dari sebuah hotel pada bulan Januari.
Menurut media pemerintah Korea Utara, pria berusia 21 tahun itu dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung dengan menggunakan pasal terkait subversi.
- <link type="page"><caption> Curi plang propaganda Korut, mahasiswa AS dihukum 15 tahun kerja paksa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160315_dunia_mahasiswa_as_korut_hukuman" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pastor Kanada dipaksa kerja delapan jam sehari di Korut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160111_dunia_korea_pastor" platform="highweb"/></link>
Seorang juru bicara Gedung Putih menuduh Korea Utara menggunakan warga Amerika Serikat sebagai 'pion untuk mengejar agenda politik'.
"Kami dengan keras mendorong pemerintah Korea Utara untuk memaafkannnya dan memberikan pengampunan khusus serta membebaskan dengan segera,"kata Josh Earnest.

Sumber gambar, Reuters
Wartawan BBC di Korea Selatan, Stephen Evans, mengatakan hukuman kerja paksa selama 15 tahun tergolong berat jika dibandingkan dengan yang sebelumnya dijatuhkan pada warga asing.
Hal itu tampaknya didorong oleh memburuknya hubungan antara pemerintahan di Washington dan Pyongyang, antara lain terkait peluncuran roket oleh Korut yang dituduh sebagai uji coba rudal serta latihan militer tahunan bersama AS dan Korsel pekan lalu, yang merupakan terbesar sejauh ini.
Warmbier, mahasiswa Universitas Virginia, ditangkap pada 2 Januari di bandara ketika akan meninggalkan Korea Utara.
Belakangan dia tampil di stasiun TV pemerintah dan menyatakan bahwa sebuah gereja meminta dia untuk membawa 'piala' dari perjalanannya.









