Australia khawatirkan kebebasan pers Malaysia

Julie Bishop

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Menurut Julie Bishop, pemerintah Australia akan membicarakan penangkapan wartawan ABC dengan Malaysia.
Waktu membaca: 2 menit

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengkhawatirkan pengekangan kebebasan pers di negara demokrasi menyusul penahanan sementara dua wartawan Australia di Malaysia setelah berusaha mengajukan pertanyaan kepada PM Najib Razak.

Ia menyampaikan hal itu pada Senin (14/03) setelah dua wartawan ABC ditahan sebentar di Kuching, Negara Bagian Serawak pada Sabtu (12/03) ketika mereka mengajukan pertanyaan kepada Perdana Menteri Najib Razak tentang aliran dana ratusan juta dolar ke rekening pribadinya. Mereka sudah dibebaskan tetapi masih dilarang meninggalkan wilayah Malaysia.

"Saya juga khawatir tentang kebebasan wartawan dalam menjalankan tugas mereka," kata Bishop.

Kepolisian Malaysia mengatakan kedua wartawan ABC ditahan selama enam jam pada Sabtu (12/03)karena melanggar garis polisi dan menghambat tugas pejabat publik.

Ditambahkan bahwa kedua wartawan Australia itu terlalu agresif dalam memburu PM Najib Razak.

  • <link type="page"><caption> Kejaksaan Agung 'bersihkan' PM Najib Razak dari tuduhan korupsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160126_dunia_malaysia_najibrazak" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Para pemimpin politik Malaysia bersatu tuntut PM Razak mundur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160304_dunia_malaysia_razak" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Badan antikorupsi ingin keputusan atas PM Razak ditinjau</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160127_dunia_najib_malaysia" platform="highweb"/></link>

PM Najib Razak menghadapi tekanan untuk mundur terkait skandal aliran dana sekitar US$680 juta ke rekening pribadinya. Oleh Kejaksaan Agung, ia sudah dinyatakan bersih dalam kasus itu. Skandal mencuat, namun Najib Razak bersikukuh tak melakukan kesalahan.

Najib Razak

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Najib Razak menegaskan ia tak berbuat salah dalam skandal aliran dana ke rekeningnya.

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Politik Universitas Kebangsaan Malaysia, Dr Ahmad Nidzamuddin Sulaiman, berkata kebebasan pers di Malaysia memang dibatasi oleh sejumlah produk hukum sehingga kebebasannya tidak sama dengan apa yang dinikmati oleh negara-negara tetangga sekali pun.

"Tetapi pada waktu dulu penangkapan atau penahanan ini tidak terlalu kerap. Mereka hanya diberi peringatan atau jumpa pers yang sensitif dibatalkan," jelasnya dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

"Sekarang ini dalam keadaan berbeda. Itu yang berlaku, malah seorang kartunis yang populer di Malaysia, Zunar, boleh dikatakan keluar masuk tahanan."

Peningkatan pengekangan terhadap kebebasan belakangan, lanjut Dr Ahmad Nidzamuddin Sulaiman, dilakukan seiring dengan munculnya berita-berita yang oleh pemerintah dianggap membakar semangat antipemerintah.

"Apabila tulisan-tulisan itu dianggap menyemarakkan rasa tidak senang dengan pemerintah, mereka merasa ini harus ditangkap atau perlu disekap."