Uang Rp54 triliun kemungkinan diselewengkan dari 1MDB Malaysia

Badan investasi 1MDB didirikan Najib Razak, sesaat setelah dia menjabat perdana menteri Malaysia pada 2009.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Badan investasi 1MDB didirikan Najib Razak, sesaat setelah dia menjabat perdana menteri Malaysia pada 2009.

Uang sebanyak US$4 miliar atau setara dengan Rp54,7 triliun kemungkinan telah dicuri dari 1MDB, sebuah badan investasi yang dimiliki Malaysia.

Jaksa Penuntut Swiss, Michael Lauber, mengatakan bahwa ada ‘indikasi serius dana telah disalahgunakan oleh perusahaan-perusahaan milik negara Malaysia’.

Sejumlah dana tersebut, menurut Lauber, ditransfer ke beberapa rekening Swiss yang dipegang beberapa mantan pejabat publik Malaysia serta mantan dan pejabat aktif dari Uni Emirat Arab.

“Bagaimanapun, sampai saat ini, perusahaan-perusahaan Malaysia yang bersangkutan belum memberi komentar mengenai kerugian yang mereka alami,” sebut Lauber dalam bahasa Jerman.

Lauber kemudian menyeru kepada pemerintah Malaysia untuk bekerja sama dengan aparat Swiss.

Pihak berwenang Swiss menggelar penyelidikan terhadap 1MDB pada 2015 setelah badan investasi itu menumpuk utang sebesar US$11 miliar. Penyelidik menyebut ada ‘dugaan praktik korupsi sejumlah pejabat publik asing, ketidakjujuran manajemen yang mengurusi kepentingan publik, dan pencucian uang’.

Pemerintah Malaysia dan 1MDB belum berkomentar mengenai penyelidikan tersebut.

Tuduhan korupsi yang diarahkan pada PM Malaysia Najib Razak dimentahkan oleh Kejaksaan Agung Malaysia.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tuduhan korupsi yang diarahkan pada PM Malaysia Najib Razak dimentahkan oleh Kejaksaan Agung Malaysia.

Tuduhan korupsi

Badan investasi 1MDB didirikan Najib Razak sesaat setelah resmi menjabat sebagai perdana menteri Malaysia pada 2009. Dewan penasihat badan itu pun diketuai Najib.

Pada Juli 2015, Jaksa Agung Malaysia kala itu, Abdul Gani Patail, mengaitkan <link type="page"><caption> sumbangan sebesar US$681 juta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150705_dunia_malaysia_razak" platform="highweb"/></link> (setara hampir Rp10 triliun) yang diterima Najib melalui rekening pribadinya dengan perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga yang bersangkut paut dengan 1MDB.

Patail kemudian diganti dan setelah penyelidikan dilakukan, <link type="page"><caption> Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160126_dunia_malaysia_najibrazak" platform="highweb"/></link> menuturkan bahwa uang US$681 juta di rekening Najib adalah "sumbangan pribadi" dari keluarga kerajaan di Arab Saudi yang ditransfer antara akhir Maret dan awal April 2013.

Sebagian besar uang itu, menurut Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali, telah dikembalikan.

Meski demikian, <link type="page"><caption> badan antikorupsi Malaysia mengatakan ingin ada peninjauan kembali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160127_dunia_najib_malaysia" platform="highweb"/></link> terhadap keputusan yang membersihkan Perdana Menteri Najib Razak dari tuduhan skandal korupsi.