Dana Arab Saudi untuk PM Razak terkait pemilu 2013

Najib Razak

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Koalisi pimpinan Najib Razak kembal menang dalam pemilu 2013 namun dengan perolehan suara terburuk .

Sebuah sumber di Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa transfer dana ke rekening perdana menteri Malaysia, Najib Razak, adalah untuk membantunya dalam pemilu 2013.

Disebutkan sumber tersebut, sumbangan untuk PM Najib diberikan di tengah-tengah kekhawatiran atas menguatnya pengaruh Ikhwanul Muslimin, seperti dilaporkan wartawan urusan keamanan BBC, Frank Gardner.

Sebelumnya, Jaksa Agung Malaysia mencabut tuduhan korupsi terhadap Perdana Menteri Najib Razak dalam skandal itu dengan mengatakan uang $681 juta (setara hampir Rp10 triliun) di rekening Najib <link type="page"><caption> merupakan hadiah dari keluarga kerajaan Arab Saudi.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160126_dunia_malaysia_najibrazak" platform="highweb"/></link>

PM Najib sejak awal menegaskan dana tersebut tidak berasal dari lembaga investasi negara, 1MDB, yang didirikannya.

Mendiang Raja Abdullah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Mendiang Raja Abdullah disebut menyetujui transfer ke PM Malaysia.

Menjelang pemilihan umum 2013, aliansi oposisi Malaysia mencakup juga Partai Islam Malaysia, PAS, yang pendirinya terinsipirasi oleh Ikhwanul Muslimin walau kelompok itu tak punya banyak dukungan di Malaysia.

Koalisi Barisan Nasional pimpinan Najib Razak akhirnya tetap meraih kemenangan, namun dengan perolehan suara terburuk sepanjang 50 tahun kekuasaannya.

Aliran dana rahasia ke rekening Najib itu dilakukan dalam beberapa transfer, antara Maret 2013 hingga awal April 2013, menjelang pemungutan suara pada tanggal 5 Mei.

Sebuah sumber BBC yang dekat dengan kerajaan -yang tidak ingin disebut namanya- mengatakan kepada BBC bahwa transfer itu disetujui dari puncak, yaitu mendiang Raja Abdullah, dan bersumber dari uang pribadi serta dana negara.

Pangeran Turki bin Abdullah -salah seorang putra mendiang Raja Abdullah- dilaporkan memiliki sejumlah kesepakatan bisnis dengan Malaysia.