Penyelidikan kasus 1MDB disarankan Bank Negara Malaysia

Sumber gambar, AFP Getty
Bank sentral Malaysia menyatakan sudah menyarankan penuntutan kriminal atas dana kontroversial dari badan investasi negara yang terkait dengan Perdana Menteri Najib Razak.
Menurut Bank Negara, badan yang diberi nama 1MDB tersebut melakukan investasi hampir US$2 miliar tanpa melalui prosedur yang semestinya.
Ditambahkan bahwa saran untuk penuntutan kriminal itu disampaikan pada bulan Agustus lalu dengan dugaan 1MDB melangggar 'undang-undang transfer uang ke luar negeri'.
Kasus ini memberi tekanan politik kepada PM Najib, antara lain lewat aksi <link type="page"><caption> unjuk rasa pada akhir Agustus di Kuala Lumpur, yang menuntut dia mengundurkan diri.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150829_dunia_malaysia_unjukrasa" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, afp getty
Namun para pendukung Najib juga <link type="page"><caption> menggelar aksi yang berpendapat bahwa tuduhan atas perdana menteri itu bermotif politik.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2015/09/150916_galeri_malaysia" platform="highweb"/></link>
PB Najib sendiri sudah membantah keras tuduhan bahwa dana sebesar US$700 juta atau sekitar Rp9,5 trilun dikirim ke rekeningnya dari 1MDB, yang didirikan pada tahun 2009.
Pernyataan Bank Negara ini, Jumat 9 Oktober, dilihat sebagai tanggapan atas keputusan Kejaksaan Agung sehari sebelumnya yeng berpendapat 'tidak ditemukan kesalahan' di 1MDB.
Namun kepolisian Malaysia dan lembaga antikoprupsi secara terpisah masih melakukan penyelidikian atas kasus ini.









