Inggris selidiki video eksekusi 'mata-mata' oleh ISIS

Sumber gambar, Video ISIS
Dinas rahasia dan badan keamanan Inggris akan menyelidiki sebuah video dari kelompok ISIS, untuk mengidentifikasi seorang lelaki dewasa dan bocah yang berbicara dalam logat Inggris.
Video itu menunjukkan pembunuhan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS terhadap lima orang yang dituding melakukan kegiatan mata-mata bagi Inggris.
Pihak berwenang Inggris akan melakukan analisis suara dan mencocokkannya dengan suara dari orang-orang yang diketahui telah berangkat ke Suriah atau Irak.
<link type="page"><caption> Dalam video 10 menit yang belum diverifikasi itu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160103_dunia_isis_inggris" platform="highweb"/></link>, orang berlogat inggris itu mengancam untuk melancarkan serangan di Inggris. Ia juga menyebut bahwa rekaman video itu dimaksudkan sebagai pesan terhadap PM Inggris David Cameron.

Sumber gambar, AFP
Sesudah pembunuhan kelima orang itu, seorang bocah lelaki yang tampaknya berusia lima atau enam tahun, menunjuk ke kejauhan dan berbicara tentang tindakan membunuh "kaum kafir."
ISIS memang sering menggunakan anak kecil dalam video propaganda mereka.
Militan ISIS bertopeng yang menyandang senjata itu meledek PM Cameron yang disebutnya "berani-beraninya menantang keperkasaan" ISIS, lalu menyampaikan ancaman kepada rakyat Inggris bahwa mereka akan "menginvasi tanah kalian."
Video yang dipasang di YouTube hari Minggu (03/01) memperlihatkan eksekusi dilakukan dengan tembakan pistol di bagian belakang kepala dari jarak dekat.

Sumber gambar, isis
Kelimanya dipertontonkan "mengakui kesalahan mereka" dan salah seorang "mengaku" memasok informasi tentang lokasi kaum militan ISIS, termasuk dua pejihad asal Inggris, untuk membantu serangan udara Inggris.
Dari kelima orang itu, ada yang mengaku berasal dari Raqqa, Suriah, ada pula yang dari Benghazi, Libya, namun tak ada yang mengaku datang dari Inggris.
Pemerintah Inggris, dengan didukung oleh militer, <link type="page"><caption> memutuskan melancarkan serangan udara terhadap milisi ISIS di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_serangan_inggris_isis.shtml" platform="highweb"/></link> setelah terjadi serangan di Paris, pertengahan November, yang menewaskan 130 orang.









