Prancis gagalkan serangan teror

Sumber gambar, Reuters
Polisi Prancis telah menggagalkan serangan teror terhadap anggota polisi dan militer di wilayah Orleans, kata Menteri dalam negeri.
Mendagri Bernard Cazeneuve, Selasa (22/12), mengatakan dua orang -yang berusia 20 dan 24- ditangkap pada 19 Desember dan ditahan untuk dimintai keterangan.
Keduanya diduga telah melakukan kontak dengan warga Prancis yang diyakini berada di Suriah.
Pertengahan November lalu, <link type="page"><caption> 130 orang tewas di sejumlah lokasi di Paris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151127_dunia_peringatan_serangan_paris" platform="highweb"/></link> akibat serangan teror yang diduga dilakukan pendukung atau anggota kelompok militan Negara Islam atau ISIS.
Cazeneuve mengatakan, aparat keamanan Prancis berhasil menggagalkan setidaknya 10 rencana serangan sepanjang tahun ini.
Keturunan Maroko dan Togo
Otoritas hukum negara itu sejauh ini masih menyelidiki apakah rencana serangan itu dilakukan oleh komplotan di balik serangan Paris, yang dianggap terkait kelompok ISIS di Suriah.

Sumber gambar, AP
Salah satu terduga mengaku berniat menyerang anggota polisi, tentara dan siapa saja yang diidentifikasi sebagai simbol negara Perancis, kata Cazeneuve.
Salah-seorang pria yang ditangkap dilaporkan keturunan Maroko, sementara lainnya dikatakan berasal dari Togo. Latar belakang seorang tersangka dilaporkan tidak diketahui polisi, sementara lainnya diketahui pernah melakukan tindakan kriminal skala kecil.
Lebih lanjut Cazeneuve mengatakan, Prancis telah <link type="page"><caption> menolak kehadiran sekitar 3.414 migran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151222_dunia_prancis" platform="highweb"/></link> untuk memasuki perbatasannya semenjak keadaan darurat diterapkan karena serangkaian serangan di Paris.









