Prancis tolak ribuan migran karena keadaan darurat

paris

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Tumpukan bunga dan lilin, dua hari setelah serangan ISIS di Paris bulan November, yang menewaskan 130 orang.

Prancis menyatakan hampir 3.500 orang telah ditolak memasuki perbatasannya sejak keadaan darurat diterapkan karena serangkaian serangan bulan lalu di Paris.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan mereka dilarang masuk karena menimbulkan risiko keamanan dan ketertiban umum.

Prancis mengatur kembali perbatasan nasionalnya meskipun masuk kawasan perjalanan bebas visa Schengen untuk Uni Eropa.

Cazeneuve mengatakan 10 rencana serangan telah digagalkan di Prancis dalam dua tahun terakhir dengan serangan terbaru pada minggu lalu, ketika dua pria umur 20-an ditangkap di kota Orleans.

Pada tanggal <link type="page"><caption> 13 November, 130 orang yang tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151127_dunia_peringatan_serangan_paris" platform="highweb"/></link> dalam sejumlah serangan di Paris dan lebih dari 350 orang terluka.

Rangkaian serangan itu merupakan kekerasan terburuk dalam sejarah di Prancis.

Para penyerang dilengkapi senapan serbu dan sabuk bunuh diri tersebut menyerang beberapa lokasi di ibukota Perancis.

Tak lama kemudian, kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengatakan berada di belakang serangan.