Guru Prancis diserang pria yang meneriakkan 'ISIS'

Sumber gambar, AFP Getty
Seorang guru diserang dalam sebuah ruang kelas di Aubervilliers, pinggiran ibu kota Prancis, Paris, oleh seorang pria yang meneriakkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Penyerang meneriakkan, "Ini adalah Daesh (ISIS). Ini adalah sebuah peringatan", seraya menikam guru dengan menggunakan gunting atau pemotong kotak sebelum melarikan diri.
Guru berusia 45 tahun tersebut sendirian di dalam ruangan. Dia dalam keadaan aman.
<link type="page"><caption> Prancis tetap berada pada kewaspadaan tinggi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151209_dunia_paris" platform="highweb"/></link> setelah serangkaian serangan teroris pada 13 November di Paris yang menewaskan 130 orang.
Sejumlah sumber polisi mengatakan guru ditikam lehernya pada jam 07.10 waktu setempat saat mempersiapkan kelas di sekolah Jean-Perrin d'Aubervilliers.
Penyerang dilaporkan tiba dengan mengenakan penutup wajah dan sarung tangan tetapi tidak bersenjata dan menggunakan barang yang ditemukan di ruang kelas.
Pejabat setempat Philippe Galli mengatakan tidak terdapat anak-anak saat penyerangan tetapi staf sekolah sudah berada di tempat itu.
Penyerang melarikan diri dan masih buron. Operasi pencarian masih berlangsung.









