Guru Prancis 'berbohong' diserang oleh pria yang berteriak ISIS

Polisi Prancis

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Petugas dari kepolisian memasuki ruang TK Jean-Perrin setelah menerima laporan adanya serangan.

Seorang guru Taman Kanak-kanak di Aubervilliers, Prancis, yang sebelumnya mengklaim ditusuk oleh seorang pria yang meneriakkan kata-kata "Negara Islam" mengaku ia membuat-buat kejadian itu.

Jaksa penuntut mengatakan hal itu pada Senin (14/12) setelah melakukan pemeriksaan.

Dikatakannya, guru berusia 45 tahun yang namanya belum diumumkan tersebut sejatinya melukai dirinya sendiri dengan pisau serbaguna.

Ia sekarang diperiksa terkait motif mengapa ia berbohong.

Dalam keterangan sebelumnya, <link type="page"><caption> guru itu berkata bahwa seorang pria menyerangny</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151214_dunia_prancis_isis" platform="highweb"/></link>a dengan pisau serbaguna dan gunting pada Senin pagi sambil berteriak, "Ini adalah Daesh (ISIS). Ini adalah sebuah peringatan".

Menurutnya, ia berada di ruang kelas seorang diri ketika diserang. Ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan karena luka yang dialaminya.

Aparat keamanan sontak melancarkan pencarian terhadap terduga pelaku di kawasan pinggiran utara Paris. Adapun kegiatan belajar mengajar di TK tersebut dihentikan.

Jean-Perrin

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Hingga kini belum diketahui motif sang guru berbohong.

Wali kota Aubervilliers, Pascal Beaudet, mengatakan tidak diketahui apa yang mendasari guru untuk berbohong.

Insiden ini terjadi satu bulan setelah 130 orang tewas dalam<link type="page"><caption> serangkaian serangan di ibu kota Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris" platform="highweb"/></link> yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam.