Mantan penguasa junta militer Myanmar 'dukung' Suu Kyi

Sumber gambar, AFP
Mantan penguasa militer Myanmar menyebut pimpinan partai Liga Nasional Demokrasi, NLD, Aung San Suu Kyi sebagai "pemimpin masa depan" dan menjanjikan untuk mendukungnya.
Hal itu diutarakan cucu Jendral Than Shwe yang menjadi perantara pertemuan rahasia antara kakeknya dan Suu Kyi, Jumat (05/12) kemarin.
Sang cucu mengungkapkan rincian pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu dalam tulisannya di laman Facebooknya.
Partai Liga Naisonal Demokrasi yang dipimpin Suu Kyi <link type="page"><caption> meraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151113_dunia_suukyi_pasti_menang" platform="highweb"/></link>pada Oktober lalu
Meraih suara lebih dari 80%, NLD memperoleh lebih dari dua pertiga kursi yang dibutuhkan untuk mengendalikan parlemen sekaligus mengakhiri periode pemerintahan militer.
Pemilu ini merupakan pemilihan umum pertama yang berlangsung terbuka di negara itu dalam 25 tahun terakhir.
Pengaruh besar
Wartawan BBC Jonah Fisher di Myanmar mengatakan Jendral Than Shwe, 80 tahun, yang memimpin junta militer hingga mengundurkan diri pada tahun 2011 lalu, masih memiliki pengaruh yang sangat besar.
Cucunya, Nay Shwe Thway Aung, yang menjadi perantara pertemuan kakeknya dengan Suu Kyi, mengungkap bahwa kakeknya berkata: "Dia (Suu Kyi) akan menjadi pemimpin masa depan negara ini," dan "Saya akan mendukung dia dengan segala upaya yang bisa saya lakukan".

Sumber gambar, AFP
Tidak jelas apakah pernyataan Than Shwe itu akan membantu tuntutan Suu Kyi agar ada perubahan pasal-pasal dalam konstitusi negara itu yang melarang dirinya menjadi presiden.
Ketentuan itu melarang siapa pun yang memiliki anak yang lahir sebagai warga asing, untuk menjabat sebagai presiden. Kedua anak laki-lakinya lahir sebagai warga Inggris.
Sebelumnya, Suu Kyi <link type="page"><caption> bertemu Presiden Thein Sein untuk membicarakan peralihan kekuasaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151202_dunia_myanmar_suukyi" platform="highweb"/></link>. Dia juga bertemu pimpinan militer Min Aung Hlaing di ibu kota Nay Pyi Taw.
Kedua pejabat tersebut menjanjikan bantuan guna melancarkan peralihan kekuasaan untuk mengakhiri puluhan tahun kekuasaan militer.









