ISIS bertanggung jawab atas serangan bus Tunisia

tunisia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pihak berwenang Tunsia menyebutkan ransel dan sabuk berisi bahan peledak seberat 10 kg digunakan penyerang.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap sebuah bus yang membawa pengawal presiden di ibukota Tunisia, Tunis.

Pesan pada media sosial menyatakan pembom bunuh diri melakukan <link type="page"><caption> serangan yang membunuh 13 orang itu.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151125_dunia_ledakan_tunisia" platform="highweb"/></link>

Ransel dan ikat pinggang berisi bahan peledak seberat 10 kg digunakan, kata Kementerian Dalam Negeri Tunisia.

ISIS sebelumnya juga mengakui melakukan dua serangan atas industri wisata Tunsia pada pertengahan tahun ini, yang menewaskan puluhan orang dan sebagian besar korban adalah wisatawan asing.

Gedung Putih mengutuk serangan terbaru ini 'dengan tingkat setinggi mungkin'.

Ledakan terjadi pada sebuah halte bus, tempat turun para pengawal presiden di dekat bekas markas partai presiden yang disingkirkan Zine el-Abidine Ben Ali.

Pemerintah kemudian menetapkan keadaan darurat nasional dan jam malam di ibu kota serta menutup perbatasan dengan Libia selama 15 hari.

Tunisia diperkirakan merupakan 'pengekspor' terbesar jihadis dengan perkiraan pihak berwenang sekitar 3.000 warganya bergabung dengan kelompok militan Islam di Irak dan Suriah.