Sedikitnya 11 tewas dalam ledakan di Tunisia

Sumber gambar, EPA
Sebuah ledakan menghantam bis yang membawa pasukan pengawal presiden di ibukota Tunisia, Tunis, seperti dilaporkan stasiun TV pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengatakan sedikitnya 11 orang tewas dalam ledakan yang disebut sebagai sebuah serangan.
Namun aparat keamanan, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, masih belum bisa memastikan penyebab ledakan, apakah bom yang diledakkan atau bahan peledak ditembakkan ke bus tersebut.
Tunisia belakangan ini menjadi sasaran serangan kelompok militan Negara Islam atau ISIS.

Sumber gambar, EPA
Bulan Juni, seorang pria bersenjata <link type="page"><caption> menembaki para wisatawan di kawasan wisata Sousse dan menewaskan 39 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150629_dunia_tunisia_penembakan" platform="highweb"/></link> dan ISIS mengaku berada di belakang serangan itu.
Sebelumnya, Maret 2015, <link type="page"><caption> sedikitnya 22 orang tewas dalam sebuah serangan teror</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150318_tunisia_teroris" platform="highweb"/></link> di dekat gedung parlemen di Tunis.
Pemerintah Tunisia sudah meningkatkan keamanan setelah dua serangan tersebut, antara lain dengan pengerahan aparat keamanan di tempat-tempat tertentu.
Negara di Afrika Utara ini diperkirakan merupakan 'pengekspor' terbesar jihadis dengan perkiraan pihak berwenang sekitar 3.000 warganya bergabung dengan kelompok militan Islam di Irak dan Suriah.













