Dua serangan mematikan Tunisia berkaitan

Seifeddine Rezgui

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Seifeddine Rezgui, pembunuh 38 orang, ditembak mati aparat keamanan Tunisia.

Polisi Inggris mengatakan terdapat kaitan "kuat" antara pembantaian di pantai Tunisia pada bulan Juni dengan pembunuhan di Museum Bardo di ibukota negara itu pada bulan Maret.

Perwira anti-terorisme Polisi London (Metropolitan Police) mengatakan mereka sekarang menghubungkan kedua serangan berdasarkan bukti yang ada.

Serangan Museum Bardo menewaskan 22 orang, sementara penembakan di pantai Sousse bulan Juni menewaskan 38 wisatawan, termasuk 30 orang warganegara Inggris.

Pemerintah Tunisia menangkap 150 orang terkait serangan Sousse.

Lima belas diantaranya dituntut melakukan terorisme.

ISIS

bardo

Sumber gambar, afp getty

Keterangan gambar, Pasukan Tunisia mengamankan daerah setelah kelompok bersenjata menyerang Museum Bardo.

Saksi mata menyaksikan, pelaku -yang belakangan diketahui bernama Seifeddine Rezgui- menembaki turis-turis di luar hotel bintang lima Hotel Rui Imperial Marhaba.

Rezgui -yang menggunakan senjata Kalashnikov dalam serangan itu sebelum ditembak mati oleh aparat keamanan- diduga mendapat latihan di Libia.

Kelompok militan yang menamakan dirinya Negara Islam (<link type="page"><caption> ISIS) mengatakan merekalah yang melakukan serangan di Museum Bardo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150323_tunisia_polisi_museum" platform="highweb"/></link> di ibu kota Tunis.

Dua dari penembak dibunuh oleh pasukan keamanan, sementara penembak ketiga melarikan diri, kata Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi.

Bulan lalu, Tunisia mengumumkan rencana untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Libia untuk menghadapi ancaman pejihad.

Tembok sepanjang 160km itu akan dibangun oleh tentara dan diharapkan selesai akhir tahun 2015, seperti diumumkan Perdana Menteri Tunisia, Habib Essid, lewat stasiun TV pemerintah.