Enam kepala polisi dipecat menyusul serangan museum Bardo

tunisia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Polisi di Tunisia melakukan pemeriksaan di sebuah jalan di wilayah Belvedere di ibu kota Tunis sebagai bagian dari janji untuk membasmi terorisme.

Perdana menteri Tunisia telah memecat enam orang kepala kepolisian sesudah terjadinya serangan minggu lalu terhadap museum Bardo yang terkenal.

Perdana Menteri Habib Essid sudah melihat adanya sejumlah kekurangan dalam pengamanan saat mengunjungi museum itu, kata kantornya.

Kelompok militan yang menamakan dirinya Negara Islam (ISIS) mengatakan merekalah yang <link type="page"><caption> melakukan serangan di museum</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150318_tunisia_serangan" platform="highweb"/></link> di ibu kota Tunis itu dan membunuh 23 people, sebagian besar wisatawan Eropa.

Dua dari penembak dibunuh oleh pasukan keamanan, sementara penembak ketiga melarikan diri, kata presiden negara itu.

"Jelas ada tiga penyerang... ada satu yang masih melarikan diri, tetapi dia tidak akan bisa lari jauh," kata Presiden Beji Caid Essebsi pada hari Minggu (22/03).

Serangan ini yang paling mematikan di Tunisia sejak pemberontakan yang menyebabkan tergulingnya Zine al-Abidine Ben Ali yang sudah memimpin lama di tahun 2011.

Kepala polisi Tunis dan kepala polisi museum itu termasuk yang dipecat, kata jurubicara PM Essid, Mofdi Mssedi kepada kantor berita AFP.