Tunisia tegaskan perang melawan teroris

Pasukan keamanan Tunisia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Keamanan ditingkatkan di tujuan-tujuan wisata setelah serangan yang menewaskan 22 orang.

Jumlah korban serangan teroris di Tunisia sedikitnya sudah mencapai 22 orang, termasuk 20 wisatawan asing, sementara sekitar 40 lainnya cedera.

Serangan bersenjata itu terjadi di museum Bardo di dekat gedung parlemen di ibukota Tunis, Rabu 18 Maret.

Dua penyerang dan seorang polisi terbunuh dalam operasi keamanan yang dilakukan sesudahnya.

Perdana Menteri Tunisia, Habib Essid, mengatakan turis asal Italia, Spanyol, Polandia, dan Jerman termasuk dalam korban yang tewas.

Warga Tunisia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Warga Tunisia menggelar aksi untuk mendukung pemerintah melawan teroris.

Saat serangan terjadi, anggota parlemen sedang membahas undang-undang antiteroris, dan langsung dievakuasi.

Namun setelah operasi keamanan berlangsung, pada malam harinya para politisi kembali ke parlemen sebagai bentuk perlawanan dan persatuan nasional.

Presiden Beji Caid Essebsi menegaskan bahwa Tunisia kini dalam keadaan perang dengan teroris, dan keamanan ditingkatkan di kawasan-kawasan wisata.

''Kelompok minoritas yang buas ini tidak akan membuat kita takut dan perang melawan mereka akan berlanjut sampai mereka dibasmi," tuturnya.

Perekonomian Tunisia amat tergantung pada pariwisata.