Militan penggal polisi Tunisia

Sumber gambar, Reuters
Seorang polisi Tunisia dipenggal oleh kelompok militan dalam serangan di dekat perbatasan Aljazair, menurut para pejabat.
Juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan polisi itu dan saudara laki-lakinya diculik dari mobil mereka di daerah Kef, Tunisia.
Saudaranya dibebaskan kemudian namun polisi itu dibunuh oleh penculiknya.
Serangan itu dilakukan pada saat Tunisia tengah menyiapkan <link type="page"><caption> pemilihan presiden</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141123_tunisia_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> bulan ini dalam tahap transisi menuju demokrasi.
Pemimpin partai sekuler Nidaa Tounes, Beji Caid Essebsi, akan menghadapi presiden sementara dan pegiat hak asasi manusia Moncef Marzouki.
Pemenang pemilihan presiden akan menjadi pemimpin pertama Tunisia yang dipilih secara bebas.
Mengejar yang bertanggung jawab
Para analis mengatakan salah satu tantangan baru presiden adalah menangani ekstremisme Islamis yang berkembang sejak digulingkannya pemimpin otorieter, Zine El-Abedine Ben Ali.
Bulan lalu, lima aparat keamanan tewas dalam serangan oleh militan, juga di kawasan Kef.
Para aparat mengejar mereka yang bertanggung jawab atas pemenggalan polisi, kata kementerian dalam negeri.
Sejumlah pengamat mengatakan Tunisia lebih baik dibandingkan negara-negara Arab lain yang juga mengalami pergolakan.
Namun tahun lalu, militan Islamis dituding bertanggung jawab atas pembunuhan dua politisi sayap kiri. Kejadian ini menyebabkan krisis politik.









