Presiden Tunisia akan memberikan pidato pasca penembakan

presiden tunisia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi akan menyampaikan pidato kenegaraan pada perayaan kemerdekaan Tunisia.

Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, akan memberikan pidato kenegaraan dua hari setelah serangan di museum Bardo di ibukota Tunis yang menewaskan 23 orang, mayoritas turis asing.

Pidato tersebut sekaligus menandai 59 tahun kemerdekaan Tunisia atas Prancis.

Keamanan telah ditingkatkan di seluruh Tunisia. Kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam (ISIS) disebut merupakan dalang dari penyerangan.

<link type="page"><caption> Sembilan orang telah ditahan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150319_tunisia_museum_penembakan" platform="highweb"/></link> terkait penyerangan itu, Presiden Tunisia mengatakan empat orang diduga terkait langsung dengan penyerangan dan lima lainnya "adalah anggota sel".

Koresponden BBC Fergal Keane melaporkan 47 orang masih dirawat di rumah sakit akibat serangan tersebut.

Latihan senjata di Libya

serangan tunisia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pasukan keamanan ditingkatkan di sekitar museum dan tentara berjaga di kota-kota besar Tunisia.

Karin Dons turis asal Belgia mengatakan dia tidak berada di dalam museum tetapi mendengar suara tembakan. Karin menceritakan bahwa dirinya tidak menyadari terjadinya penembakan, sampai dia kembali ke kapal dan menyaksikan berita lewat televisi.

"Saat itu saya sadar bahwa saya lolos dari tragedi ini, tetapi beberapa orang lain tidak seberuntung saya," katanya setelah meninggalkan kapal di Barcelona.

Keluarga korban berdatangan ke rumah sakit Charles Nicolle di Tunis untuk mengidentifikasi korban dan membawa pulang jasad kerabat mereka.

Pejabat keamanan Tunisia Rafik Chelli mengatakan bahwa para tersangka diidentifikasi bernama Yassine Laabidi and Hatem Khachnaoui.

Keduanya dilaporkan keluar dari Tunisia pada bulan Desember dan mendapatkan latihan senjata di Libya.

Keduanya tewas saat pasukan keamanan masuk mengamankan museum.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve dijadwalkan mengunjungi negara tersebut bertepatan dengan hari kemerdekaan Tunisia.